Terima Kasih Dunia Maya “Oleh : Hadziratul Qudsyah”

Facebook
Twitter
WhatsApp

Dunia maya kusingkat dumay,
Hihi aku terkikik
Birama ketukannya seperti Siomay, untung sudah buka puasa aku.

Dumay ku yang setia meski aku tak selalu ada untuknya, Dumayku hidup untukku setiap detiknya
May, kamu bukan bucinkan? Tanyaku.

Mereka yang berada dijalan lurus, berkecukupan sandang pangannya, kinclong browsernya, ingin kubertanya.. Tahukah engkau dunia yang aku tahu dari si dumay ini? Heh?!

Membuatku bertanya-tanya..

Jika dihukum manusia salah ada salah dan benar adalah benar, dihukum Tuhanku yang maha tau tentang cerita mereka, Tuhanku yang maha tau bukan karena maha kepo tapi karena maha kuasa,, bagaimanakah hukum miliknya?

Dengan segala lemah dan angkuhnya manusia, mengapa ada pensucian dosa darinya? Setelah bernanah di lembah neraka, mereka yang suaranya hampir-hampir sirna itu?

Dunia mayaku berceloteh mengangkat kisah segala jalang dan derai air mata. Tuhanku maha pengampun.

Tapi!

beberapa lainnya berasa dewa malah saling hujat sekonyong-konyong meniup bara api

Bukannya memintal tali sesedikitnya mengulur tangan atau jadi para pendengar dunia mayaku juga tempat mencaci maki dan menjatuhkan!

Duniaku, Dunia yang maya..

Perumbukan dua sisi,
Mengenal si baik dan si jahat. Mengenal dunia yang tak pernah kau kenal. Dari sudut-sudut ruang pengasingan sekalipun kita terhubung. Terimakasih dunia maya,, membantu sang Rakib Atid mencatat.

*Penulis Merupakan Mahasiswi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Semester VIII. 

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami