Oleh: Muhammad Iqbal Ali
Resah, gelisah kini bercampur dengan kebahagian, kini virus Corona telah membuat kemalasan berpikir, kini kritisnya manusia tak di barengi dengan kemajuan, kesadaran akan tempat berpulang kini sudah dihantui oleh sosok virus Corona.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona Mahasiswa UIN Alauddin Makassar telah melakukan perkuliah daring/kuliah online sampai dengan 12 juni 2020, maklumat itu keluar karna akibat dari Covid-19 yang sekarang menjadi bencana dunia. Berbagai kampus atau perguruan tinggi di Indonesia telah melakukan perkuliahan online, banyak pula Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah melakukan keringanan bagi mahasiswanya berupa voucher, paket data, dan pengurangan UKT untuk semester ganjil.
Namun kebijakan itu masih sebagian yang memberlakukan termasuk UIN Alauddin Makassar yang sampai saat ini hanya mengeluarkan keringanan berupa web lentera bisa di akses secara gratis, namun harus pakai kartu indosat baru bisa di akses secara gratis, bisa di bilang keringanan untuk pemakai kartu indosat saja. Lucu juga kita punya kampus negeri naungan dari Kementerian Agama namun pura-pura buta akan kalimat dari Kementerian Agama.
Kementrian Agama sudah mengeluarkan maklumat terkait penurunan SPP/UKT untuk mahasiswa Diploma, S1, S2, dan S3. Nomor B-752/DJ.I/HM.00/04/2020
Tentang penurunan SPP/UKT untuk mahasiswa perguruan tinggi islam yang ber standar 10%. Saya sebagai penulis meminta kepada pihak kampus untuk melakukan kebijakan penurunan SPP/UKT bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar.
Mahasiswa membayar karena menginginkan ilmu dan termasuk kenyamanan untuk mendapatkan ilmu. Termasuk prasarana kampus yang mewadahi namun sekarang kita dilanda bencana dan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar tidak mendapatkan fasilitas yang mewadahi, kuliah tatap muka saja belum tentu membuat kita mengerti akan materi yang dibawakan dosen apalagi kita hanya kuliah lewat media. Keringat orang tua mahasiswa mulai menipis akan keegoisan mu. Mahasiswa UIN Alauddin Makassar mengunakan uang pribadi untuk membeli paket data, lantas kalian tidak malu?
Perselingkuhan politik ekonomi apalagi yang dilakukan entah siapa ? Kalian menegur kami agar tidak mengkritik lantas bagaimana lagi karena kami butuh kebijakan yang bermaslahat, bukan kebijakan mudarat. Kalian selalu mengatakan tunggu imbauan dari pimpinan, sekarang yang menaungi kampus islam sudah mengeluarkan maklumat lantas UIN Alauddin Makassar kapan?. Saya rasa dengan tulisan ini kalian, semoga tidak buta akan kalimat.
Terkadang perselingkuhan membuat kita terpuruk, sekali bahagia, namun orang yang kamu selingkuhi berdoa agar hidup mu mendapatkan hal demikian, jikalau rumput bisa kita curigai megapa tidak dengan kalian … Kalian pilih kemunduran, kebangkrutan, atau kemaslahatan? jangan dibutakan oleh kertas tapi butakan lah kertas itu agar orang lain tidak bisa melihatnya, atau kalian buta atau pura-pura buta? dengan lantunan kalimat pemimpin……
*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) semester 6.











