“K A U” Oleh: Ilham Hamzah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi medium.com

Masih jelas membekas dalam ingatan.
Sebuah janji yang pernah kita ikrarkan.
Beribu rencana yang telah kita persiapkan.
Dalam sekejap harus kulenyapkan.

Kau memutuskan berpindah hati.
Bersama rencana yang beranjak pergi.
Sedang aku mengecap sunyi.
Bersama luka yang tak bertepi.

Hari hariku dipenuhi sesak air mata.
Canda dan tawa hilang seketika.
Menjejakkan langkah pun aku tak kuasa.
Sebab yang kupijak hanya rasa derita.

Kau tak sepenuhnya salah dalam hal ini.
Mungkin harapanku yang terlampau tinggi, dalam khayal yang membuka imaji.
Hingga aku menyadari, bahwa ini hanya sebuah mimpi yang kemudian aku sesali.

Memang benar kata bang khalil gibran…

Cinta laiknya seekor burung yang cantik, ia meminta untuk ditangkap namun menolak untuk disakiti.

Setelah itu….
Ku coba untuk berdamai dengan masalalu.
Dengan cara membuka sebuah lembaran baru.
Dan membiarkan kenganmu berlalu seiring berjalannya waktu.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami