UKM Taekwondo Raih 10 Medali di Kejuaraan SMUNEL CUP IX

Facebook
Twitter
WhatsApp
Foto bersama para peraih medali Kontingen UIN Alauddin Makassar pada kejuaraan Taekwondo SMUNEL CUP IX Se-Indonesia Timur, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Sudiang, Selasa (3/3/2010).

Washilah – Unit Kegiatan Mahaisswa (UKM) Taekwondo UIN Alauddin Makassar berhasil meraih sepuluh medali pada kejuaraan SMUNEL CUP IX  Se-Indonesia Timur, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Sudiang, Selasa (3/3/2010).

Kegiatan tersebut berlangsung pada 27-1 Maret lalu, melibatkan 14 atlet kontingen UKM Taekwondo dan 500 atlet yang mewakili 20 kontingen klub, rangking dan Pemkab se-Indonesia Timur.

Ketua Umum UKM Taekwondo, Nurmayasari mengatakan bahwa atlet binaan berhasil memperoleh 10 medali, yakni 3 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.

“Mereka adalah Reni Angraeni dan Amiluddin meraih medali perak. Xaina Surya mentari, Faiznaqib yogadestra, dan Nur Amirah meraih medali emas.  Ade Reski, Muh. Ainum Salsabila, Fikri khaeruna, sarda Ramadana, Sahril Zakaria, meraih medali perunggu. Kemudian tidak hanya itu, Nur Amirah juga berhasil menjadi atlet terbaik kategori senior di kejuaraan taekwondo SMUNEL CUP Se-Indonesia Timur serta Sahril Zakaria juga merupakan satu-satunya  atlet SULSEL yang lolos ke PON dibulan oktober mendatang,” Jelasnya.

Senada dengan itu salah seorang peserta peraih medali medali emas Nur Amirah, mengatakan bahwa persiapan sebelum mengikuti kejuaraan yaitu dengan latihan kesiapan fisik, teknik, power dan mental.

“Persiapan satu bulan sebelum bertanding, dengan latihan atau biasa disebut tc yg setiap hari jadwalnya itu sore sampai malam. Kesiapan itu ada fisik, teknik, power dan yang paling penting mental,” Ujarnya.

Lanjut, Nur Mayasari  berharap agar seluruh atlet taekwondo UIN Alauddin Makassar tetap membumi dan tidak patah semangat untuk selalu ikut kejuaraan.

“Saya berharap agar seluruh atlet taekwondo uinam tetap membumi dan yang belum mendapatkan juara agar tidak patah semangat untuk selalu ikut kejuaraan. Sebab bukan perihal siapa yg  sudah lama menjadi atlet, tapi siapa yg mau belajar dan mengambil resiko untuk menjadi atlet,” Tutupnya.

Penulis : Nur Qalbina Razak
Editor : Rahmania

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami