Mahasiswa KKN UIN Alauddin Olah Kulit Rambutan Jadi Teh Herbal

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi | A. Hasbi Yatul Amin

Oleh : A. Hasbi Yatul Amin

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 63 Posko 08 UIN Alauddin Makassar, Desa Saotengah Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai, memberikan Program Kerja terobosan baru terhadap Desa. Potensi desa yang begitu melimpah menjadi keberkahan tersendiri bagi mahasiswa KKN UIN Alauddin Angkatan 63, dan tak kalah oleh desa-desa yang lain yaitu buah-buahan. Salah satu buah yang menjadi iconic desa Saotengah adalah buah rambutan, karena di sepanjang mata memandang jalan dan rumah masyarakat dihiasi oleh pohon rambutan. Pohon rambutan disini seperti bunga hias yang tumbuh di setiap rumah masyarakat.

Hal inilah yang membuat mahasiswa KKN UIN Alauddin berfikir untuk mengolah rambutan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya bermanfaat dari segi manfaat mengonsumsi, akan tetapi juga dapat meminimalisir sampah rambutan itu sendiri. Ada hal unik dari pengolahan buah rambutan ini, karena bukan buahnya yang di jadikan sebagai bahan baku, melainkan kulit rambutan yang di olah menjadi teh herbal.

Walaupun ide ini bukan hal yang baru akan tetapi pencetus ide ini untuk desa Saotengah yakni kordinator desa Saotengah A. Hasbi Yatul Amin jurusan akuntansi, telah memaparkan ide ini dalam seminar program kerja KKN UIN Alauddin yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2020.

Awalnya saya kurang PD untuk memaparkan ide program ini karena memahamkan mindset orang desa terkadang susah, dan penyampaian setiap kata harus baik sehingga masyarakat juga mudah memahami. Apalagi ide ini dapat dikatakan sesuatu yang baru di desa, karena pemahaman masyarakat terhadap kulit rambutan hanya sebatas sampah yang biasanya ditemukan di bawah pohon rambutan ataupun berserakan di pinggir jalan.

Alhamdulillah, ketakutan saya terjawab, ketika telah mempresentasikan ide proker ini. Masyarakat sangat antusias untuk mengetahui lebih lanjut akan khasiat kulit buah rambutan yang kami olah menjadi teh herbal. Bahkan kepala desa mengatakan bahwa hal ini perlu di apresiasi karena menjadi inovasi baru di desa Saotengah dan kalau ini berkelanjutan, maka ini bisa di bawa menjadi inovasi desa ditingkat kecamatan bahkan tingkat kabupaten.

Bahkan, ketika ide ini di seminarkan telah banyak masyarakat yang ingin mencoba rasa teh herbal ini, dan juga ingin mengetahui bagaimana cara pembuatannya. Bahkan kami telah dipanggil untuk mempresentasikan teh herbal kulit rambutan ini di beberapa pertemuan di setiap dusun. Tentu hal ini pun adalah kabar baik untuk kami.

Adapun manfaat dari teh kulit rambutan ini diantaranya mencegah hiperkolesterol, mengobati diare, anti radikal bebas, menangkal sel kanker, dan dapat sebagai antioksidan untuk mencegah diabetes. Sebab dalam kulit rambutan terdapat kandungan flavonoid atau salah satu jenis antioksidan, tanin yang dapat mencegah atau mentralisasi efek radikal bebas yang merusak, serta saponin yang bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh.

Kami pun telah melakukan percobaan untuk membuat teh herbal ini, dan alhamdulillah rasa dan warna tidak jauh berbeda dengan teh biasa, walaupun ada rasa khas dari kulit rambutan yakni sedikit pekat dan pahit, namun itu memberikan rasa yang berbeda dari teh yang lain. Bahkan, dalam percobaannya ibu desa sendiri yang langsung mencoba teh herbal ini. Sesuatu yang mengagetkan buat saya karena ibu desa mau mencoba teh herbal ini.

Dari segi penelitian sendiri, kulit rambutan telah di teliti di beberapa daerah di Jawa, bahkan jurnal penelitian mengenai khasiat kulit rambutan telah banyak terbit di beberapa media. Hal inilah yg meyakinkan kami untuk mengolah kulit rambutan ini, terkhusus di desa Saotengah tempat KKN kami. Kami dari posko 08 KKN UIN Alauddin akan mengolah dan mempresentasikan kembali ide ini kepada masyarakat, Agar ini dapat bermanfaat dan dimanfaatkan oleh masyarkat. Terimakasih…

*Penulis Merupakan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Semester VIII.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami