Perubahan Beasiswa Bidikmisi Menjadi KIP Kuliah, Ini Penjelasan WR III UIN Alauddin

Facebook
Twitter
WhatsApp
Surat edaran kebijakan pemerintah tentang perubahan Program Bidikmisi menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Washilah – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni , Prof Darussalam telah mengeluarkan surat edaran nomor B-474/Un.06.I/PP.00.09/02/2020 kebijakan pemerintah tentang perubahan Program Bidikmisi menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Program KIP Kuliah adalah program yang akan menggantikan program Bantuan Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidikmisi) yang disepakati di rapat seluruh WR III perguruan tinggi Islam, yang berlangsung di Jakarta.

Meski begitu, program Bidikmisi yang sementara berjalan ini tetap dijalankan dengan istilah on going.

“Hadirnya program KIP Kuliah yang akan menggantikan program Bidikmisi ini tidak langsung memberhentikan program tersebut yang telah sementara berjalan, namun dihimbau kepada penerima agar kiranya bisa menghubungi bidang Kemahasiswaan dan alumni agar bisa secepatnya di data dan jika belum memiliki KIP bisa secepatnya di buatkan,” Rabu (19/2/2020).

Mantan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum periode 2014-2015 ini juga menjelaskan program ini memiliki peningkatan kuota penerima, yang dulunya di program Beasiswa Bidikmisi hanya 400 kuota setelah dialihkan ke program KIP Kuliah di tambah menjadi 543 kuota.

Yang menjadi kekhawatiran dari WR III, ditakutkan kurangnya mahasiswa yang memiliki KIP dimana menjadi syarat utama untuk mendapatkan beasiswa.

“Jadi meski ada penambahan kuota namun kurangnya mahasiswa yang memiliki kartu tersebut atau tidak mencukupi kuota yang ada, maka pemerintah akan mengalihkan kuota yang kosong ke perguruan tinggi lainnya, dan adanya surat edaran yang telah beredar bisa segera dilaksanakan untuk bisa cepat dibuatkan kartu bagi yang belum memiliki dan menghindari tidak memenuhinya persyaratan yang dimaksud,” tuturnya.

Lanjut, ia juga menjelaskan program KIP juga memiliki standarisasi yang hampir sama dengan program Bidikmisi.

“Program KIP ini juga memiliki standarisasi yang hampir sama dengan program Bidikmisi, yakni salah-satunya memiliki standar IPK 2,75 dan belum menikah, namun yang terpenting itu memiliki Kartu Indonesia Pintar,” jelasnya.

Adapun harapan dari Prof Darussalam yakni kepada seluruh penerima beasiswa KIP Kuliah nantinya bisa mempertahankan dan memaksimalkan kesempatan yang telah diberikan.

“Diharapkan kepada seluruh mahasiswa yang nantinya menjadi penerima beasiswa KIP Kuliah bisa mempertahankan dan memaksimalkan, sebab ini adalah program yang mulia dari pemerintah dimana diharapkan bisa membantu dan mewujudkan cita-cita para penerus bangsa ini,” harapnya.

Penulis : Ardiansyah Safnas
Editor : Rahma Indah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami