Ciptakan Generasi Qurani Lewat Festival Anak Saleh

Facebook
Twitter
WhatsApp
Foto bersama saat pembukaan Lomba Festival Anak Saleh yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar angkatan 61 di Balai Desa Jonjo Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa, Sabtu (4/1/2020).

Washilah – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar angkatan 61 posko Desa Jonjo menggelar Festival Anak Saleh dengan tema “Membentuk Generasi Qurani yang Kreatif, Aktif dan Berakhlak Mulia.” Berlangsung sejak tanggal 4 Januari hingga 5 Januari 2020 bertempat di Balai Desa Jonjo Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa.

Peserta yang mendaftar sebanyak 55 orang. Adapun beberapa item lomba yang dipertandingkan dalam festival tersebut yakni lomba azan, kaligrafi, tahfidz quran dan pildacil.

Selain sebagai media untuk memperkokoh silaturahmi, kegiatan ini juga bertujuan untuk menopang ukhuwah islamiah di kalangan TPA/TK/PAUD/SD serta seluruh aktivis dan komponen bangsa yang mencintai alquran.

Kegiatan ini dihadiri oleh Muh Saleh S Pd I selaku Satuan Tugas (Satgas) sekaligus Pembimbing KKN UIN Alauddin Makassar angkatan 61 dan sangat diapresiasi oleh Ustadz Jamaluddin selaku Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa.

Kepala Desa Jonjo, Arifin S Pd saat membuka acara tberharap kegiatan ini dapat menjadi ajang pendidikan karakter bagi anak-anak Desa Jonjo.

“Kegiatan ini tidak dituntut untuk kemegahan, tapi yang paling utama adalah kualitas peserta lomba yang mampu menanamkan nilai moral dalam dirinya dan mampu meningkatkan prestasinya sebagai generasi penerus bangsa,” harapnya.

Muh Saleh juga menegaskan dewan juri yang terpilih dalam festival ini harus memberikan penilaian secara subjektif dengan melihat kemampuan peserta dan tidak memihak pada siapa pun.

Koordinator Desa Jonjo, Wahid Abdillah Syam mengatakan Festival Anak Saleh ini merupakan wadah bagi anak-anak penerus bangsa untuk mengasah bakat serta menggali prestasi dan potensi keterampilan mereka dalam segi pendidikan keislaman.

“Semoga dalam acara festival ini adik-adik peserta dalam berkompetisi bukan hanya mengejar juara dan hadiah, tetapi bagaimana menjadi anak yang tumbuh gemar ke masjid, gemar mengaji serta berlomba-lomba dalam meningkatkan wawasan ilmu agama,” ungkapnya.

Citizen Report: Rhismawati
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami