“Belum Selesai” Oleh: Alam Karpiadi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Alam Karpiadi

Aku selalu suka suara senyummu, yang didengar oleh rasaku , itu menenangkan.
Saat lekukan di bibirmu mulai nyamankan rasa, penatku tak pernah kujama lagi.

Ku lihat air yang keluar dari pori-pori mu langsung kau usap, seakan menandakan itu bukti bahwa lelah seharusnya disyukuri.

Sampai pada pikiran bertanya pada raga, kenapa kau terlalu sombong untuk bergerak? Hanya dapat melihat dia dengan keriputnya.

Dan rasa bertanya pula, kenapa hanya aku yang kau munculkan? Aksimu mana? Terdiamku, seharusnya memang bukan dia lagi, tapi lagi-lagi lekukan di bibirnya seolah berucap, aku belum selesai.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami