“Selamat Tinggal” Oleh: Arya Nur Prianugraha

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: pixabay.com

Selamat tinggal…..
Kelak beritahu pada anak anakmu bahwa ada pria bodoh dari antara miliaran manusia yang pernah hidup di bumi ini, yang selalu vokal meneriakkan perlawanan pada penindasan, tapi ciut di hadapan cinta,
Beritahu padanya bahwa orang itu sangat piawai meneriakkan orasi, hingga menyusun strategi menduduki gedung parlemen.
Tapi kepiawaiannya itu sia-sia dan tiada gunanya: iya bisu dihadapan cinta, iya selalu gagal membina cinta.

Selamat tinggal….
Jika anakmu laki-laki beritahu padanya, jangan berperilaku sok idealis di kehidupan sosial, bisa-bisa dia akan kehilangan temannya, kehilangan kekasihnya, bahkan kehilangan dirinya.
Jika anakmu perempuan beritahu padanya jangan memilih laki-laki yang sok idealis, idealisme itu hanya sampah, tidak ada gunanya atau jika tidak mereka akan tenggelam dalam masyarakat.

Didiklah iya menjadi putra putri kebanggaanmu seperti yang diinginkan masyarakat. Tanamkan di kepalanya bahwa dia harus jadi polisi, tentara, dokter, politisi atau menteri. Karena itulah pekerjaan paling utama dalam masyarakat.

Selamat tinggal…
Tapi…
Jika anakmu tumbuh menjadi pembangkang jangan pukuli dia, itu akan menyakitinya, apalagi memukulnya atas dalih cinta. Ingatlah perkataanmu waktu dulu “Cinta itu menguatkan bukan melemahkan.”

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) semester III.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami