Pojok GUSDURian Bahas HAM Lewat Kajian Rutin

Facebook
Twitter
WhatsApp
Terlihat beberapa peserta Pojok GUSDURian Makassar saat mengikuti Kajian Rutin dengan tema Hak Asasi Manusia "Gus Dur, HAM dan Kontekstualisasi Pemikiran Keagamaan," bertempat di Pelataran Masjid Kampus II UIN Alauddin Makassar. Jumat (13/12/2019).

Washilah – Pojok GUSDURian Makassar UIN Alauddin Makassar menggelar Kajian Rutin dengan mengusung tema Islam dan Hak Asasi Manusia “Gus Dur, HAM dan Kontekstualisasi Pemikiran Keagamaan” bertempat di Pelataran Madjid Kampus II UIN Alauddin. Jumat (13/13/2019)

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yakni Muh Abdi Goncing dari Akademisi UIN Alauddin Makassar dan M Fadlan L Nasurung dari Lakpesdam NU Sulawesi Selatan (SulSel).

Pemateri pertama, Muh Abdi Goncing membahas kemanusiaan yang tak pernah berujung negosiasi.

“Ketika membahas tentang kemanusiaan tidak pernah ada negosiasi selama umat berbicara tentang kemanusiaan, maka kita akan melakukan yang terbaik yang bisa berujung baik atau buruk, mau dia orang jahat tolong dia, sebejat apapun seseorang dia juga makhluk ciptaan Tuhan,” tuturnya.

Lanjut, ia juga menambahkan tentang sudut pandangnya terhadap karakter Gus Dur.

“Beliau sangat jarang menggunakan ayat-ayat alquran karena ayat-ayat tidak perlu diobral, Gusdur tidak pernah mengobral ayat ataupun hadis namun beliau menarasikan subtansi dari sebuah ayat itu ketika dilihat dari buku-buku beliau,” tambahnya.

Sementara itu pemateri kedua, MnFadlan L Nasurung menjelaskan tiga poin penting dalam deklarasi Hak Universal Asasi Manusia.

“Semua orang itu bebas menjadi apa saja ,orang bisa memilih keyakinan dan identitas apa saja dan itu hak asasi yang tidak boleh dilanggar. Kebebasan untuk berpikir sesuatu yang sangat dasar karena kita tidak bisa menjangkau isi pikiran orang, kebebasan untuk bertindak, kebebasan terkait dengan hak orang lain yang tentunya tidak bisa dibatasi,” jelasnya.

Penulis: Aulya Febrianti (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami