Menulislah, Maka Kamu Akan Abadi Dalam Sejarah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Nurjannah Azzahra

Washilah – Wanita keturunan bugis yang memiliki motivasi tinggi dalam berkarya. yah itulah dia Nurjannah Azzahra, sosok wanita yang kerap di sapa Jannah oleh teman sebayanya, senantiasa menjadikan orang tua sebagai panutan dalam melakukan sebuah pencapaian.

Nurjannah yang merupakan mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), dialah pribadi yang suka menyibukkan diri dan sangat gemar membaca begitupun dengan menulis tentunya. Karena pada sebuah hakikatnya seorang penulis yang baik merupakan pembaca yang baik, sehingga dari situlah Nurjannah saat semseter I mulai menerbitkan tulisan.

Kegemaran Nurjannah dalam dunia literasi, membuat ia kerap kali menjuarai lomba menulis di berbagai tempat dan diapun baru-baru ini di nobatkan sebagai duta literasi versi Washilah Awards.

Dirinya tidak meyangka bisa mendapatkan juara dari sekian banyaknya penggiat literasi dan untuk pertama kalinya dalam ajang lomba, ia menerima penghargaan sebagai Duta Literasi versi Washilah Awards 2019.

“Sebelumnya tidak pernah, ini the first time kalau penobatan duta dan lain-lain. Saya fokus menulis saja dan tidak suka ikut-ikut ajang, tapi yang pastinya sangat bersyukur dan saya berharap inovasi Washilah tidak sampai di sini saja,” ungkapnya saat di wawancarai via WhatsApp, Jumat (6/12/2019).

Sebagai Duta Literasi Washilah, Jannah sangat antusias dalam hal menciptakan dan menebar virus semangat berliterasi dan menulis, ia pun berharap agar bisa berkolaborasi dengan penggiat-penggiat literasi kampus.

“Saya kan Duta Literasi Washilah tetapi bukan Duta Literasi Kampus, nah saya berharapnya bisa berkolaborasi dengan banyak penggiat literasi di kampus khususnya Washilah dan juga Duta Literasi Kampus untuk meningkatkan minat baca dan tulis di kampus peradaban,” tuturnya.

Sebagai penggiat literasi membuat Jannah selalu menciptakan tulisan-tulisan yang bergenre religi dan beberapa genre tulisan lainnya.

Tidak hanya di dunia kepenulisan, Jannah pun pernah menggeluti bidang organisasi ekstra kampus, dan diperkuliahan ia pernah bergabung di beberapa jabatan.

“Oh iya, saya tidak terlalu aktif di intra kampus karena organisasi extraku sangat-sangat butuh saya, jadi lebih lepas di luar. Saya tidak pernah masuk UKM, karena tidak cukup waktu dan telat sadar karena saya orangnya fokus,” jelasnya.

Beberapa jabatan yang pernah Jannah duduki yakni tahun 2016 bagian HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Kesmas, tahun 2016-2017 sebagai ketua FLP UIN Alauddin Makassar, dan tahun 2016-2018 sebagai penyiar di Radio Syiar.

Sosok yang sangat menginspirasi, yang hobinya membaca dan menulis membuat para pembaca tergugah saat membaca tulisan-tulisannya, buktinya ada beberapa tips sadar literasi ala Nur Jannah agar bisa membangkitkan jiwa literasi sebagai mahasiswa itu meningkat.

Tips sadar literasi ala Nurjannah Azzahra, Jangan MaMem= Malas Membaca.

“Jangan malas membaca dan jangan suka memilih bacaan, karena ilmu itu cakupannya luas dan dilarang keras mejudge isi buku tersebut. Jangan pilih-pilih bacaan, mulailah untuk membaca bacaan yang bahasanya ringan dan jangan memilih bacaan karena kita tidak bakal tahu apa isi bukunya. Jika kita tidak ingin memulai membaca, ikutlah kegiatan-kegiatan literasi, perbanyak menghadiri kegiatan literasi. Misal ada lapak baca itu bisa menjadi wadah kita menambah literasi dan wawasan bahasa kita serta itu juga yang bisa menumbuhkan minat baca. Kalau ingin jadi penulis, mulailah menulis jangan bilang “nanti, besok atau saya mau belajar dulu.” Karena cara paling apik untuk belajar adalah memulainya. Menulislah, maka kamu akan abadi dalam sejarah,” terangnya.

Penulis: Hikma Aulia Ramadani (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami