Mahasiswa Jurusan Farmasi Raih Juara I di Ajang SIIF

Facebook
Twitter
WhatsApp
Foto bersama para peserta Seoul International Invention Fair (SIIF) 2019 yang mewakili UIN Alauddin dengan Muh Iklas Arsul S Farm M Si A Pt selaku pembimbing dan pemberi penghargaan yang berasal dari Vietnam. Sabtu (30/11/2019).

Washilah – Mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar berhasil meraih Juara I di ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2019, yang berlangsung di Korea Selatan sejak 27 November hingga 30 November 2019 dan diikuti sebanyak 604 inventor dari 32 negara.

Seoul International Invention Fair (SIIF) diresmikan di Seoul untuk memasarkan dan mempromosikan penemuan. Saat ini SIIF telah menjadi ajang untuk para penemu dan peneliti dari seluruh dunia, dengan memamerkan ide-ide baru dan produk ke produsen, investor, distributor, perusahaan lisensi dan masyarakat umum.

Salah satu peserta SIIF, Nur Rezky Rutami Amir mengungkapkan motivasinya mengikuti kegiatan ini.

“Motivasi saya mengikuti kegiatan ini untuk mengembangkan potensi diri, menambah pengalaman dan memperbanyak teman karena yang ikut kegiatan ini bukan hanya dari Indonesia saja tapi dari berbagai dunia. Selain itu untuk memperkenalkan bahwa banyak tanaman Indonesia yang dapat digunakan sebagai pengobatan dan dikembangkan dalam produk yang lebih disukai oleh masyarakat,” ungkapnya saat diwawancarai via WhatsApp, Rabu (4/12/2019).

Ia juga merasa sangat bangga karena bisa memgharumkan nama Indonesia.

“Perasaannya bangga, terharu, speechles karena berhasil mengharumkan nama Indonesia dan selama ini saya sendiri punya mimpi harus juara di umur 20 tahun,” tutur Utami sapaan akrabnya.

Berbeda dengan Utami, Fitril Imani yang juga peserta SIIF mengungkapkan mengharumkan nama Indonesia itu terlalu hiperbola baginya.

“Sebenarnya mengharumkan nama Indonesia itu terlalu hiperbola buat saya dan team. Karena kami kesana itu bukan berharap mau bagaimana. Kami hanya bermodalkan produk kami dan inovasi yang sudah kami kerjakan selama kurang lebih 6 bulan. Tapi kemudian diberikan bonus alhamdulillah, tak bisa dipungkiri bahwa kami sangat senang, terharu dan nggak nyangka,” jelasnya saat diwawancarai via WhatsApp, Rabu (4/12/2019).

Penulis: Ulfa Rizkia Apriliyani (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami