LDK Al-Jami’ Kaji Keajaiban Sunnah-Sunnah Rasulullah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Tampak Muhammad Aswar Liwang saat membawakan kajian yang di masjid Kampus ll UIN Alauddin Makassar, Kamis (5/12/2019).

Washilah – Kajian rutin LDK Al Jami’ atau yang biasa disebut ta’lim digelar dengan tema yang berbeda-beda setiap pekannya. Untuk pekan ini tema yang diusung, yakni “Keajaiban Sunnah-Sunnah Rasulullah” dan pemateri yang dihadirkan dai dari OASE NET TV. Kamis (5/12/2019).

Muhammad Aswan Liwang S Pd M Pd sebagai pemateri menjelaskan ada tiga keajaiban sunnah-sunnah Rasulullah, yakni:

1. Rasulullah mengonsumsi buah 30 menit sebelum makan besar, memang dianjurkan agar kita dapat mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh. Rasullah Saw menganjurkan agar terlebih dulu makan buah-buahan sebelum mengonsumsi makanan utama. Bahkan, beliau gemar sekali makan buah-buahan dalam surah al waqiah ayat 20-21 juga dijelaskan.
2. Kencing berdiri bagi laki-laki. Mengenai kencing sambil berdiri, hukumnya adalah boleh. tapi harus memperhatikan dua syarat, aman dari terkena percikan najis dan aurat tertutup dari pandangan. Syaikh Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin menerangkan kencing sambil berdiri hukumnya boleh. Terlebih bila ada kebutuhan. Tapi dengan dua syarat; pertama aman dari terkena najis, kedua aman dari pandangan orang lain. Bila dikhawatirkan air seni akan terpercik pada pakaian atau badan, maka tidak boleh. Karena diantara sebab adzab kubur adalah tidak menjaga dari percikan air kencing tersebut.
3. Minum dengan keadaan duduk, karena minum sambil duduk itu lebih sehat, lebih selamat dan lebih sopan. Apa yang diminum seseorang akan jatuh pada dinding usus dengan perlahan dan lembut dan tidak mengakibatkan penyakit spider ginjal.

Sementara itu kordinator kaderisasi, Sitti Rahma menambahkan supaya pesan-pesan dakwah sampai kepada seluruh masyarakat kampus UIN Alauddin.

“Adapun tujuannya untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat kampus tentang bagaimana perjalanan hidup Rasulullah Saw, baik sebelum atau setelah masa kenabian. Dengan harapan, mahasiswa yang notabenenya beragama islam, mengetahui perjalanan hidup seorang suri tauladan kita dan menimbulkan kecintaan kepada Rasulullah Saw,” tutupnya.

Penulis: Iva Anugrahwati (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami