Kajur Ilmu Falaq Ajak Warga Gowa Amati Gerhana Matahari Cincin

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok I Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Washilah – Ketua Jurusan Ilmu Falaq Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar akan menyelenggarakan pengamatan gerhana matahari cincin dengan mengajak warga Gowa untuk ikut mengamati fenomena langka ini. Kegiatan ini akan berlangsung besok, tanggal 26 Desember 2019 di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa.

Ketua Prodi Ilmu Falaq UIN Alauddin Makassar, Dr Fatmawati M Ag mengatakan pihaknya sengaja memilih Masjid Agung Syekh Yusuf agar masyarakat Kabupaten Gowa bisa ikut dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gowa dan sekitarnya untuk mengikuti pelakasanaan pengamatan dan salat gerhana matahari di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa yang dilaksanakan oleh Prodi Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar,” ungkapnya.

Lanjut, ia juga menjelaskan untuk wilayah Sulawesi Selatan sendiri khususnya di Kabupaten Gowa peristiwa GMC tersebut dapat disaksikan mulai pada pukul 12.26 WITA

“Di Gowa sendiri peristiwa ini dapat dilihat pada pikul 12.26 WITA, kemudian puncak gerhana terjadi pukul 14.14 WITA dan akhir gerhana pada pukul 15.46 Wita. Di mana pada saat itu piringan bulan menutupi piringan matahari (Obscuration) sebesar 68,44 %. Dalam catatan Ilmu Fak (Astronomi Islam) GMC pernah terjadi di Indonesia pada tanggal 22 Agustus 1998, 26 Januari 2009, 26 Desember 2019 dan nanti 21 Mei 2031,” jelasnya.

Salah satu dosen ahli Falaq UIN Alauddin Makassar,
Dr Muhammad Rasywan Syarief S HI M SI mengatakan bahwa fenomena gerhana cincin tahun ini terbilang sangat langka.

“Fenomena ini termasuk langka, pasalnya diketahui dalam catatan sejarah islam, peristiwa ini terakhir terjadi pada tanggal 27 Januari 632 yang bertepatan dengan meninggalnya putra Rasulullah Saw. yang bernama Ibrahim. Sehingga fenomena GMC yang terjadi 26 Desember 2019 sama dengan tipe gerhana yang telah terjadi di masa Rasulullah 1387 tahun silam. Fenomena inilah menjadi pertama dan terakhir kalinya Rasulullah saw. menyeru dan melaksanakan salat gerhana kepada umatnya semasa hidupnya,” tutupnya.

Penulis: Ardiansyah Safnas (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami