HMJ Ilmu Hukum Gelar Eksibisi Dialektika

Facebook
Twitter
WhatsApp
Suasana saat pemaparan materi pada kegiatan Eksibisi Dialektika yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan mengusung tema "Menyoal Pasal Perzinahan Dalam RKUHP," bertempat di Leacture Theatre FSH, Minggu (8/12/2019).

Washilah – Penetapan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) terkait pasal perzinahan, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menggelar Eksibisi Dialektika dengan mengusung tema “Menyoal Pasal Perzinahan Dalam RKUHP,” bertempat di Leacture Theatre FSH, Minggu (8/12/2019).

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Ilmu Hukum, Kurniawan SH MH yang juga membuka acara tersebut mengungkapkan penetapan RKUHP saat ini dapat memperluas pemahaman masyarakat terkait persoalan pasal perzinahan dalam RKUHP.

Ubi societasĀ ibiĀ ius di mana ada masyarakat di situ ada hukum. Ini adalah ungkapan yang tercatat pertama kali diperkenalkan oleh Marcus Tullius Cicero (106-43 SM), seorang filsuf, ahli hukum dan ahli politik kelahiran Roma. Pembahasan RKUHP saat ini memperluas ilmu dan kajian hukum terutama mengkaji apakah ada pententangan norma dalam revisi RKUHP,” tuturnya.

Ia lanjut mengatakan dengan adanya kegiatan ini kita dapat menyadari bahwa revisi yang ada harus disesuaikan dengan aspek-aspek hukum yang ada di Indonesia.

“Pada intinya RKUHP itu wajib masuk aspek filosofinya, yuridisnya, sosiologisnya, politiknya dan implementasinya. Kita harus merevisi peninggalan kolonial yg tentunya relevan dengan heterogen masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Ketua HMJ Ilmu Hukum, Fatur menjelaskan tujuan diadakan eksibi dialektika ini untuk meningkatkan nalar mahasiswa terkhusus mahasiswa Ilmu Hukum.

“Secara pribadi kami melihat semacam ada degradasi pengetahuan akhir-akhir ini. Contoh di ruang-ruang kajian dan ruang-ruang diskusi, nah akhirnya lahirlah inisiatif dan kita tuang dalam bentuk program kerja. Konsep yang kita bangun itu tidak monoton seperti kegiatan lembaga-lembaga lain yang menghadirkan narasumber dan dialog sudah itu selesai, tapi kita menghadirkan dialog dengan mengangkat satu mosi dengan beberapa pandangan. Jadi lagi-lagi kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nalar mahasiswa khususnya mahasiswa hukum,” jelasnya.

Penulis: Hikma Aulia Ramadani (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami