UKM LIMA Membuka Kelas Riset dalam Seminar dan Workshop

Facebook
Twitter
WhatsApp
Suasana kelas riset pada seminar dan workshop yang diselenggarkan oleh Madrasah Digital dan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Bertempat di Gedung Rektorat Langai IV UIN Alauddin. Sabtu (23/11/2019).

Washilah – Untuk memperdalam penelitian dan pemecahan masalah, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informasi Mahasiswa (LIMA) UIN Alauddin Makassar membuka kelas riset dalam seminar dan workshop yang diselenggarakan oleh Madrasah Digital dan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Bertempat di Gedung Rektorat Lantai IV UIN Alauddin. Sabtu (23/11/2019).

Pemateri kelas riset, Reski Nurdin S Ip M A memaparkan tujuan riset pada umumnya untuk mendapatkan pengetahuan baru akan hal baru, menganalisa situasi atau permasalahan dan mendeskripsikan fenomena atau pengetahuan baru.

“Tujuan riset itu umumnya untuk mendapatkan pengetahuan baru akan hal baru, menganalisa situasi atau permasalahan, mendeskripsikan fenomena atau pengetahuan baru. Adapun poin-poin pembuatan suatu judul penelitian yakni: tentukan judul penelitian, buat minimal lima alasan mengapa mengambil judul tersebut dan buat pernyataan penelitian,” paparnya.

Dosen ilmu politik ini menambahkan
proses riset menentukan pertanyaan penelitian, mencari tahu lebih dalam permasalahan yang akan dihadapi, mengambil kesimpulan awal mengenai pemecahan masalah riset, proses membuktikan bahwa hipotesis awal benar, melakukan pengecekan kembali terkait permasalahan dan hasilnya agar riset sesuai kaidah ilmiah, kesimpulan yang menghasilkan teori atau hipotesis baru.

Sementara itu kordinator riset, Muhammad Junaedi menambahkan kalau riset sangat diperlukan dalam dunia jurnalisme.

“Riset itu sangat diperlukan di dunia jurnalisme, karena riset atau penelitian merupakan suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun dan sistematis. Tujuannya untuk menemukan, menginterpretasikan dan merevisi fakta-fakta. Melalui riset, setidaknya wartawan bisa menggeser fokus utama profesi dari “Seseorang yang paling pertama melaporkan sebuah berita” menjadi “Orang pertama yang melaporkan apa yang sesungguhnya terjadi,” jelasnya.

Penulis: Iva Anugrahwati (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami