Mahasiswa UIN Alauddin Lakukan Aksi di Gerbang Masuk Kampus

Facebook
Twitter
WhatsApp
Terlihat beberapa mahasiswa gelar aksi tolak pelarangan beraktivitas malam, di depan gerbang masuk kampus UIN Alauddin Makassar. Rabu (20/11/2019)

Washilah – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Melawan Takdir menggelar aksi Penolakan Beraktivitas Malam, berlangsung di depan gerbang masuk Kampus II. Rabu (20/11/2019)

Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Reskianto selaku Humas yang tergabung dalam aliansi ini, menjelaskan aksi yang dilakukan ini bukanlah aksi yang pertama kalinya, poin tuntutan yang mesti dicapai yaitu pencabutan aturan Rektor tentang pelarangan beraktivitas malam di kampus.

“Aksi yang kami lakukan ini bukanlah yang pertama kalinya, namun aksi ini adalah lanjutan aksi yang sudah beberapa kali kami lakukan, yang salah satunya di gedung rektorat, di mana kami sangat resah akan adanya kebijakan yang keluar terkait pelarangan beraktivitas malam di kampus,” bebernya.

Lanjut, Reskianto juga berharap dan yakin aksi kecil seperti ini semoga bisa menjadi pertimbangan bagi pimpinan agar segera mencabut kebijakan yang menjadi tuntutan kami.

“Kami harap adanya aksi-aksi kecil seperti ini yang kami lakukan bisa menjaga semangat teman-teman agar kemudian tidak hanya diam melihat kebijakan yang sebenarnya bertolak belakang dengan kebutuhan mahasiswa dan kami juga yakin bahwa yang kami lakukan ini pasti akan ada hasilnya,” harapnya.

Di samping itu, Mutia Dewi Erlina mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) selaku pengguna jalan, menyampaikan kebijakan yang dikeluarkan oleh Rektor tentang pelarangan beraktivitas malamnsangat meresahkannya.

“Saya sangat resah dan merasa dirugikan oleh adanya kebijakan ini, yang di mana biasanya saya tidak mesti lewat di jalan samping kampus yang gelap dan rawan begal itu dan kampus juga tidak menjamin dan bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut,” jelasnya.

Lanjut, Mutia juga menyampaikan dia sangat bergantung dengan jalan di kampus, terlepas ia adalah mahasiswa UIN sendiri yang tinggal di belakang kampus.

“Setelah adanya aturan pelarangan beraktivitas malam, saya sangat merasakan dampaknya dan membuat saya merasa tidak aman karena harus melewati jalan yang gelap dan rawan begal itu, saya juga sangat bergantung pada jalan di kampus agar pada saat saya pulang ke kos saya, pada malam hari tidak terjadi hal-hal yang tadi saya tidak inginkan itu,” tutupnya.

Penulis: AS
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami