Jurusan PBS Hadirkan Pembicara Dari Kuwait University

Facebook
Twitter
WhatsApp
Suasana saat Kuliah Tamu Internasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), yang mendatangkan pakar Ekonomi Islam (Ekis) dari Kuwait University, Syekh Abdul Aziz Muhammad Zaki Abu Arsy. Berlangsung di Lantai IV Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar, Rabu (20/11/2019).

Washilah – Jurusan Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar menggelar Kuliah Tamu internasional dengan menghadirkan pembicara andal dari Kuwait University, Syekh Abdul Aziz Muhammad Zaki Abu Arsy. Berlangsung di Lantai IV Rektorat Kampus II, Samata-Gowa. Rabu (20/11/2019).

Kegiatan ini mengusung tema “Riba Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah.” Kegiatan ini guna penguatan pemahaman mahasiswa PBS terhadap makna riba, jika dilihat dari perspektif alquran dan sunah.

Ketua Jurusan PBS, Ismawati mengatakan pembicara yang dihadirkan tersebut merupakan salah satu ahli Ekonomi Islam (Ekis).

“Beliau merupakan salah satu ahli ekonomi Islam, jadi istilahnya kegiatan ini begitu penting bagi prodi perbankan karena semangatnya terkait tentang meluruskan, mensosialisasikan serta mendakwahkan dan agar mahasiswa kita lebih paham tentang riba dengan mendatangkan pakarnya,” tuturnya.

Syekh Abdul Aziz Muhammad Zaki Abu Arsy mengupas tentang inti dari riba.

“Sesungguhnya inti dari ribah adalah adanya tambahan dari kedua belah pihak yang bertransaksi pinjam meminjam, sesungguhnya penyakit riba itu sudah menjalin seluruh rumah yang ada di dunia ini dan tidak ada dunia ini pun yang tidak terjangkit penyakit Riba,” tegasnya.

Lanjut, dalam penjelasannya menyebutkan tentang munculnya penyakit riba ini akan mencabut seluruh berkah dari semua sendi- sendi kehidupan manusia.

“Jika sendi orang itu sudah tercemar oleh penyakit riba ini, maka segala hal yang terkait dari kehidupannya semua akan tercemar mulai dari darahnya, anak-anaknya, keluarganya bahkan orang-orang yang ada disekelilingnya semua akan tercemar,” tutupnya.

Penulis: Aulya Febrianti (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami