Washilah – Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Alauddin Makassar melakukan kunjungan luar negeri, ke tiga negara di Asia Tenggara yakni, Singapura, Thailand dan Malaysia dalam Student Mobility Program (SMP) yang dilaksanakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Dalam kunjungan pertamanya, Junaedi bertandang ke Universitas Azzuhri Singapura didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof Darussalam M Ag.
“Baru saja kita diterima, besok di Hniversitas UIIM dan Universitas Selangor Malaysia kemudian universitas Patani di Thailand, ” terang Prof Darussalam melalui keterangan tertulis. Senin (25/11/2019).
Eks Dekan Fakultas Syariah dan Hukum ini lebih lanjut menjelaskan penyelenggaraan pendidikan islam di Singapura bebas menyusun kurikulum pembelajaran tanpa campur tangan pemerintah.
“Berbeda dengan Indonesia, dimana pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dikenal dengan lembaga atau perguruan tinggi negeri,” bebernya.
Pada surat edaran tertanggal 29 September 2019 keluaran Direktur PTKI Kementerian Agama, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama sepekan, mulai tabggal 24 November hingga 30 November 2019 mendatang. Serta bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan pengalaman civitias akademika PTKIN di level internasional,
Menanggapi hal itu, Demisioner Dema U periode 2018, Askar Nur melihat program ini melibatkan pengurus lembaga kemahasiswaan. Namun dari segi substansi SMP dinilai mesti dikaji mulai dari relevansi program terhadap perkembangan intelektul dan nalar kritis mahasiswa UIN Alauddin Makassar.
Ia berharap setelah program ini dilaksanakan, Junaedi mampu melahirkan inovasi baru serta lebih produktif dan progresif.
“Masalah paling urgen hari ini khususnya di perguruan tinggi adalah membekunya gagasan kritis dan bergesernya nilai kepakaran beserta kepekaan sosial,” tutupnya.
Penulis: Muhammad Fahrul Iras
Editor: Dwinta Novelia











