“Edukasi Berkedok Investasi” Oleh: Syahrul B

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: keepo.com

Mengkritisi bukan lagi tonggak pendidikan zaman ini
Berani mempertanyakan kau didiskriminasi
Pikiranmu akan dibatasi dengan gaya diisi bukan mengisi
Iming-iming akan harta, bebas kau kantongi
Nyatanya, hanya visi dikelilingi halusinasi

Inikah tempat edukasi yang terakreditasi?

Menghujani dengan kata, mengakhiri dengan amarah
Sudah mendarah daging bagi mereka yang resah
Melihat dua arah dalam ruangan yang basah
Hingga demokrasi hanya bisa ditelan mentah-mentah

Inikah tempat edukasi yang terakreditasi?

Dari satu menjadi kami, berupaya berkolaborasi,
menghidupkan diskusi dan menjalin silaturahmi
Dihamburkan dengan dalih kampus yang asri
Seakan sudah dipenuhi lahan investasi
Bukan diperuntukkan kepada mahasiswa, tapi kepada siapa yang siap dipajaki

Inikah tempat edukasi yang terakreditasi?

Saat di luar terasa bersih, melangkah ke dalam dipenuhi kerak berdaki
Melihat ke atas lampu tak berfungsi
Frustrasi semakin menjadi-jadi
Belum lagi, dari bawah selangkangan ada yang senantiasa memonitori
Bersuara, meminta pertanggung jawaban kampus yang asri
Bisanya hanya melempar ke sana kemari

Inikah tempat edukasi yang terakreditasi?

Semakin tahun biaya pendidikan terus meningkat
Semakin hari kelas makin padat, hingga panas begitu mengikat
Berusaha mendinginkan, yang ada pendingin mulai berkarat
Melihat kursi yang kosong, ternyata sudah wafat
Ingin berdiskusi dengan tampilan bioskop, ternyata alat sudah ada yang baiat
Memang sudah nasib, sudah bayar mahal-mahal, dianggap hanya zakat

Inikah tempat edukasi yang terakreditasi?

Bangun terlalu pagi, perut mulai merintih
Terlambat sedikit, mata mulai perih
Kala waktu berbalik, harap dimaklumi tanpa pamrih
Belum lagi pertemuan alih-alih, yang penting kantong tetap digaji.

Inikah tempat edukasi yang terakreditasi?

Ruang gerak untuk berkreasi mulai dibatasi
Dengan dalih menghindari pembauran perempuan dan laki-laki malam hari
Cara ini mungkin efektif untuk mematikan kolaborasi serta edukasi
Lalu mengambil keuntungan memperluas investasi
Lantas bagaimana cara meningkatkan kualitas SDM, jika tidak ada yang mewadahi
Kalau bukan kampus siapa lagi?

Inikah tempat edukasi yang terakreditasi?

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) semester V.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami