“Bersembunyi di Balik Slayer Hitam” Oleh: M. Shoalihin

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: Basomakzumblogspot.com

Aku bersembunyi di balik slayer hitamku
Malantunkan doa-doa, meneriakkan kemarahan pada kebiadaban, menyebarkan virus-virus kesadaran.

Aku bersembunyi di balik slayer hitamku
Menyembunyikan rasa lapar, menyembunyikan hidung dari asap gas air mata, menyembunyikan hidung dari debu jalanan, debu-debu yang berserakan oleh ban mobil untuk pembangunan kota, debu-debu dari mobil orang kaya yang melanggengkan kemiskinan.

Aku bersembunyi di balik slayer hitamku
Menyembunyikan rupa yang jelek menurut cara pandang manusia moderen,
menyembunyikan kata-kata buruk untuk orang baik.

Aku bersembunyi di balik slayer hitamku dan berjuang hingga hari tua melawan keganasan hidup, melawan kemiskinan yang diatur oleh segelintir orang. Merawat kesadaran pada pola pikir yang diatur oleh oleh pasar.

Aku bersembunyi di balik slayer hitamku semoga saja aku sanggup setelah mengusahakan dan terus membayangkan dunia penuh kasih sayang.

Tanpa penghianatan, tanpa nafsu keuntungan, tanpa hegemoni kepentingan.

Aku bersembunyi di balik slayer hitamku berjalan sendiri menutup separuh wajah terasing dari kekalahan menyadarkan, karena kawanku mulai sadar dengan masa depan sukses ala kebiadaban itu dan tidak lagi mau berjuang bersama.

Tapi aku adalah pemenang atas kekejaman manusia itu, setidaknya aku sadar pada diriku dan tidak ditindas lagi.

Semoga kau tahu hitam itu apa dan kita berjuang bersama.

*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Semester III.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami