Sang waktu yang berputar tiada henti Jam dinding bersuara dan berbisik tiap detiknya
Aku tak pernah jemu-jemu melewati angka-angka itu
Sebab pernah kita berhenti disalah satu angka
Menyimpannya sebagai alarm kenangan
Dan kita adalah sepasang dua jarum jam
Yang berjanji di antara taman-taman angka
Kelak akan berdering dan bersua kembali
Di suatu waktu yang telah kita tentukan
Yang diberi nama sebagai alarm kenangan
Suatu saat waktu itu tiba…
Aku ingin bisikan pada sukmamu
Bahwa..
“Aku sangat merindukanmu”
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester VII.











