“Waktu” Oleh: Ahmad Al-Faruq

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: pixabay.com

Sang waktu yang berputar tiada henti Jam dinding bersuara dan berbisik tiap detiknya
Aku tak pernah jemu-jemu melewati angka-angka itu
Sebab pernah kita berhenti disalah satu angka
Menyimpannya sebagai alarm kenangan
Dan kita adalah sepasang dua jarum jam
Yang berjanji di antara taman-taman angka
Kelak akan berdering dan bersua kembali
Di suatu waktu yang telah kita tentukan
Yang diberi nama sebagai alarm kenangan
Suatu saat waktu itu tiba…
Aku ingin bisikan pada sukmamu
Bahwa..
“Aku sangat merindukanmu”

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester VII.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami