“Semangat Juang Seorang Idiot” Oleh : Ahmad Al-Faruq

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi | Sumber : Ruangotaku.ID

Aku terhempas dalam bayang-bayangnya
Terlena dan larut mengingat kisah yang rumit terlupa
Sekuat apapun aku mengusirnya hingga ke ujung pikiran
Pada akhirnya tak berarti apa-apa
Sebuah geliat untuk ketenangan jiwa
Yang terdampar dalam kehampaan

Kita menyisir jalan yang menggerogoti kepercayaan
Sandaran hati pada mulanya masih tersisa kuat
Kini melemah hingga tak terasa

Aku berusaha mendamaikan cakrawalaku dalam kesenyapan
Dengan kobaran baca buku yang tak henti
Sebuah langkah pemulih kekuatan hati yang perih
Yang menolak ber-konsorsium
Untuk beralih kepangkuan hati lainya

Nalarku hampir saja kehilangan kendali
Melawan gurita sukmamu yang kau tanamkan
Aku seperti idiot yang melagkah tak tau arah
Bersama angin kemarau putih yang datang melambai tak terduga

Kau yang kini berlalu pergi meninggalkan kasih
Bersama sihir asmara berselimut jejak harapan yang kau sisahkan
Aku hanya akan menanti dengan keyakinan yang lantangIlustrasi |
Walau semua titik pintu telah kau asingkan

*Penulis merupakan Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi Semester VII.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami