“Melankolis” Oleh: Ardiansyah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: pureaclass.blogspot.com

Bunyi, suara, kata, makna. Rangkaian terpisah dalam satu bahasa semesta. Menjelma menjadi syair, lirik, dan membentuk indah harmoni.

Ada yang piawai menyampaikan melalui lisan, ada yang membungkusnya menjadi bahasa tulisan dan tak jarang pula disampaikan melalui tindakan.

Bahasa langit sukar dimengerti penduduk bumi, bahasa bumi terlampau rendah untuk penghuni alam imajinasi. Tak cocok pula jika dikemas dengan bahasa tubuh yang sukar dimaknai.

Semua menjadi bebas. Dengan makna yang beragam, membuat anak cucu Adam sedikit menerka dan terdiam. Apa ini? Sama sekali tak bisa kugenggam.

Memang butuh penjelasan, dengan bibir yang kering itu, dengan mata yang berbinar itu, dengan senyuman manis itu. Tentu tidak cukup untuk membuat aku menjadi paham. Olehnya itu, keluarkanlah sedikit bahasa agar aku jadi gembira.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) semester V.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami