Hidup tak pernah menakutkan, waktu tak pernah fana hingga manusia harus kembali ke rahim ibunya.
Manusia kadang bimbang setelah memahami, punya kebutuhan yang sama untuk bertahan hidup tapi lupa mengapa harus ada yang mati, sakit, lapar, tertindas dan segala kefanaan lainnya.
Kita akan sampai pada kepunahan, kepunahan oleh nafsu. Manusia akan terus tergerus oleh dirinya sendiri, hingga dunia dan tatanan masyarakat hancur dan tak bisa di kendalikan oleh sistem yang dibuatnya sendiri.
Manusia gagal mendidik, merawat dan mejadikan cinta sebagai penggerak yang superior pada kemanusiaan, sebab nafsu yang terus di sekolahkan.
*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Semester III.











