“Ilusi” Oleh: Ahmad Al-Faruq

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: Ilustrasi/Unsplash

Saat mataku terbuka oleh mentari

Di jendela kau tampakkan dirimu dengan begitu indah

Bukan mimpi kau ajakku menari

Saat saya berdiri, kau beranjak pergi

 

Saat seluruh capek melanda jiwaku

Terlihat bayangmu tersenyum padaku

Belum terucap kata sapa oleh lisanku

Kau sudah menghilang dengan bayangmu

 

Saat damai temaram lampu api

Ilusimu nampak untuk kesekian kaliya dihadapanku

Kudekati dengan sejuta emosi

Tak kusangka kau selamanya beranjak pergi

 

Saat ku berjalan, kau singgah menghadangku

Kini kuabaikan, tak ku hiraukan bayangmu

Tak hiraukan kau menangis semu

Aku capek jadi cermin ilusimu

Pagi hari…

 

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakuktas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester VII.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami