Aksi Bubarkan BPJS Berujung Ricuh

Facebook
Twitter
WhatsApp
Massa aksi yang tergabung dalam Front Mahasiswa Menggugat berjalan menuju Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (16/09/2019).

Washilah – Ratusan mahasiswa massa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Menggugat kembali melakukan aksi mengenai kenaikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berujung ricuh di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (SulSel), Senin (16/09/2019).

Salah satu mahasiswa Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, Edi Sartiawan mengatakan kronologis pecahnya massa aksi karena adanya salah satu provokasi yang masuk dengan melakukan pelemparan batu ke arah massa.

“Teman-teman sedang berorasi di depan Kantor Gubernur, kemudian ada salah satu provokasi yang masuk dengan melakukan pelemparan batu ke arah massa, sehingga ada salah seorang massa yang terkena lemparan dan mengalami kebocoran di kepala bagian belakang. Karena adanya kejadian itu mengakibatkan aksi tidak kondusif dan terjadi saling lempar batu antara massa aksi dan Satpol PP,” jelasnya.

Ia menambahkan jumlah korban yang terluka adalah empat orang.

“Teman-teman Front Mahasiswa Menggugat yang menjadi korban itu ada empat orang, tiga orang mengalami luka bocor di kepala dan yang satu itu mengalami memar dileher dan sampai saat ini belum sadarkan diri,” tambahnya.

Dikutip dari CNN Indonesia Kepala Bagian (Kabag) Ops Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Danu mengatakan ada sekitar 300 personil kepolisian yang diturunkan baik dari Polrestabes Makassar, Polsek-Polsek dan Polda Sulsel.

“Sengaja kita buat menjauh para pengunjuk rasa itu agar tidak begitu lama di depan kantor ini dan arus lalu lintas bisa kembali lancar. Soal pemicu keributan, kita belum tapi pasti,” kata AKBP Anwar.

Namun Anwar mengklaim tidak ada yang terluka, baik dari pihak mahasiswa ataupun warga yang berada di lokasi. Anwar juga belum mau angkat suara soal adanya mahasiswa yang diamankan.

Penulis: Ulfa Rizkia Apriliyani (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami