Relevankah Pancasila Saat Ini?

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Ulfa Rizkia Apriliyani

Oleh: Ulfa Rizkia Apriliyani

Tanggal 1 juni selalu diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Tanggal 1 Juni 1945 bermakna historis tinggi bagi bangsa Indonesia.

Pancasila adalah falsafah negara kita, yaitu sebuah cara pandang terhadap kehidupan. Pancasila sebagai falsafah negara menjadikannya sumber nilai (value) dan keutamaan (virtue). Maka arah hukum, ekonomi, politik, maupun sosial budaya kita digali dari nilai-nilai Pancasila.

Relevankah pancasila saat ini? Sesuai dengan keadaan kehidupan saat ini, seharusnya nilai-nilai Pancasila semakin relevan.

Banyak perubahan mendasar mengenai Pancasila pasca reformasi, utamanya dalam kehidupan berdemokrasi, kebebasan warga negara dalam menyalurkan aspirasi.

Akan tetapi ada hal negatif pasca reformasi, yaitu penyalahgunaan kebebasan dalam demokrasi sehingga mengakibatkan masyarakat menjauh dari nilai-nilai Pancasila. Yang sangat menonjol pada kehidupan pasca reformasi adalah tumbuh suburnya ruang bagi sejumlah ideologi yang sebelumnya tidak mendapat tempat sama sekali.

Pada era globalisasi, era globalisasi yang berkaitan dengan spirit keterbukaan dalam segala hal juga akan menepiskan segala sesuatu yang dulu sangat berfungsi untuk melindungi identitas nasional. Mulai dari ekonomi hingga budaya, semuanya kini seperti sebuah lembar kosong.

Dalam situasi seperti ini, value dan vartue Pancasila bisa menjadi perisai kokoh bangsa, untuk pegangan kuat agar kita tidak hanyut oleh derasnya arus globalisasi.

Kabar baiknya yaitu mayoritas masyarakat Indonesia bersepakat dengan Pancasila. Survei BPS tahun 2011 (mengambil sampel 12.000 responden dari 181 kabupaten/kota di Indonesia) menunjukkan 79,26% responden mengatakan bahwa Pancasila masih penting dipertahankan.

Sementara 89% masyarakat berpendapat bahwa masalah yang dihadapi negara kita disebabkan kurangnya pemahaman nilai-nilai Pancasila.

Jika dilihat dari kejadian tersebut, maka Pancasila saat ini tidak begitu relevan. Dengan itu kami membutuhkan teladan agar dapat merelevankan Pancasila. Karena sebuah teladan yang baik adalah sumber inspirasi bagi masyarakat.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester II.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami