Malam menjelang ketidakpastian
Banyak nafsu yang harus dituntaskan
Hidangan khas rumah yang diracik
Dengan bumbu kasih sayang
Pemuas nafsu terbaik bagi perut keroncongan
Malam menjelang ketidakpastian
Ada nafsu yang tak dapat diabaikan
Sejauh mata memandang
Berjejer rapi pernak-pernik ramadan
Puluhan penggoda berlomba merebut nafsu
“Singgahki cantik liat-liat bajunya
Singgahki manis liat-liat sepatunya
Diskon 50% dek rata semuanya di diskon”
Konspirasi lidah dan mulut yang sempurna
Menggugah raga tuk singgah
Namun dari kejauhan terlihat samar
Sebuah tumpukan bertulis 20%
Dengan beberapa orang memadati
Tak jelas di bawah cahaya temaram
Menduduki rak dengan susunan yang tak asing
Ah tidak …
Pijakanku goyah
Aku tergoda!
Pada tumpukan buku yang menawan
Dengan pasti, kakiku perlahan melangkah mendekat
Dengan hati yang amat girang
Keluarlah selembar sisa uang dari dompet butut
Malam menjelang ketidakpastian
Ku pulang dangan nafsu yang terpuaskan
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) semester IV.











