“Surat Untuk Pacarku” Oleh: Arya Nur Prianugrah

Facebook
Twitter
WhatsApp
rappler.com

Adinda,

Disudut malam aku selalu memikirkanmu

Dalam imaji bisu aku selalu menanyakanmu

Masihkah wajahmu kau polesi dengan bedak bermerek itu?

Masihkah kau menghabiskan waktumu di cafe-cafe yang pemulung tak dapat menjangkaunya?

Masihkah kau menyantap makanan cepat saji tanpa tahu keadaan petani di desa-desa?

Adinda,

Sampai kapan kau bersembunyi dalam dunia palsumu?

Dalam ketidaksadaranmu kau telah menjadi apatis terhadap tanah airmu sendiri

Tahu kah kau, di balik jendela kacamu

Ada anak-anak malang yang tak dapat mengenyam pendidikan

Tahu kah kau, dibalik gaya hidupmu yang mahal

Harga sembako di pasar kian melonjak

Tahu kah kau dibalik kebahagiaanmu, masih banyak tangisan rakyat yang harus mengemis haknya sendiri

Adinda,

Aku mencintaimu

Tapi negeriku ini lebih membutuhkan cinta

Dan jika kau masih mencintaiku, cintai dulu negeriku

Disanalah kau dapat menemukan cintaku

Dan seiring nyanyian hujan musim ini

Aku selalu bertanya tentangmu

Sebab

Aku belum mengenalmu.

*Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum Semester II.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami