Washilah – Keamanan di kampus UIN Alauddin Makassar kembali dipertanyakan. Pasalnya, penjambretan terjadi di area kampus dan menimpa seorang mahasiswi jurusan Perbankan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) bernama Nurhasana, Sabtu (23/02/2019).
Kejadian yang terjadi di belakang Fakultas Sains dan Teknologi (FST), saat korban tengah berjalan sendiri menuju kosnya. Seorang pengendara motor dari belakang tiba-tiba mendorong dan menarik tas korban.
“Naik motor dua orang, tapi tidak jelas mukanya karena pake helm. Na tarik tasku baru na dorongka,” jelasnya.
Beruntung, Nur sapaan akrabnya, hari itu meletakkan uangnya di saku celananya dan hanya menyimpan uang Rp 70.000 di dalam tasnya.
“Baru sudahnya na ambil itu uang, na lempar mi lagi itu tasku. Tapi Alhamdulillah tidak na apa-apaija, cuma uangku ji na ambil, bersyukur sekali ma,” ungkapnya.
Mahasiswa jurusan semester empat ini pun berharap keamanan kampus bisa diperketat lagi, utamanya daerah-daerah yang sepi.
“Harapanku saya, supaya diperketat lagi keamanan kampus, khususnya daerah-daerah yang sepi seperti di belakang saintek itu, perlu di kasi lampu penerang karena beginimi kalau daerah-daerah yang sepi rawan sekali. Padahal di dalam kampus ji ini,” harapnya.
Terkait kejadian tersebut, kepala Satuan Pengamanan (Satpam) kampus UIN Alauddin Makassar, Syarifuddin mengaku belum mendapat laporan terkait kejadian tersebut saat diwawancarai, Minggu (24/02/2019).
Lanjut, satpam bertubuh tinggi dan kekar ini membantah bahwasanya kampus tidak pernah kosong dari pengamanan, bahkan hari libur. “Di belakang FST itu tidak pernah kosong, pos satpam di FST juga tidak pernah kosong,” ujarnya.
Penulis : Ramalia
Editor : Suhairah Amaliyah











