Ekonomi Syariah Punya Peluang Besar di Indonesia

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dwitya lpoetra S Bebas (dua dari kanan) saat memberikan materi Ekonomi dan keuangan syariah pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Forum Kajian Ekonomi Syariah (FORKEIS) di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar. Beberapa hari yang lalu.

Washilah – Direktur Bank Indonesia (BI) Dwitya lpoetra S Bebas mengungkapkan bahwa Ekonomi Syariah punya peluang besar di Indonesia. Hal itu di ungkapkan saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional yang digelar oleh Forum Kajian Ekonomi Syariah (FORKEIS) di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar. Beberapa hari yang lalu.

“Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang besar menerapkan perekonomian syariah. Karena Indonesia masuk ke dalam empat besar negara yang memiliki penduduk islam terbanyak, juga tempat wisata, produksi makanan dan fashion,” ujarnya.

Dia melanjutkan, tantangan perekonomian syariah di Indonesia disebabkan karena rendahnya pemahaman masyarakat mengenai hal tersebut, juga share yang masih kurang serta pemanfaatan ziswaf yang belum optimal.

Selain itu, dukungan pemerintah yang belum diatur dalam undang-undang, juga menjadi salah satu faktor. Hal ini berbeda dengan negara-negara timur tengah, seperti Arab Saudi dan Dubai yang telah diatur oleh pemerintah negara tersebut.

Dwityapun menjelaskan strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan ekonomi syariah di negara kita, seperti pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah dan penguatan riset, assesment dan edukasi keuangan syariah.

Penulis: Andi Rini (Magang)
Editor: Erlangga Rokadi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami