Washilah – Hasil keputusan rapat pimpinan terkait diliburkannya mahasiswa sampai tanggal 27 Oktober 2018 dikeluhkan mahasiswa tingkat akhir. Rabu (24/10/2018)
Rektor UIN Alauddin Prof Musafir Pababbari mengatakan bahwa kampus diliburkan dalam rangka memaksimalkan pengamanannya.
“Ini kita sudah liburkan sampai hari sabtu karena ahad memang sudah libur, dengan harapan bahwa hari senin sudah akan kondusif,” ujarnya pada press conference beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, salah satu mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika, Muhammad Syukri mengungkapkan bentrok tersebut sangat merugikan mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir.
“Efek utama yang kami rasakan adalah tertundanya seminar kami sampai waktu yang tidak ditentukan. Disamping itu, ini sangat menghambat kami dalam proses penyusunan karena kondisi perpustakaan yang tertutup,” ujarnya.
Senada dengan itu, mahasiswa Jurusan Hukum Pidana dan Ketatanegaraan (HPK) Muhammad Taufiqul Hakim mengatakan bukan sekedar kerugian yang didapatkan melainkan musibah.
“Urusan yang harusnya selesai cepat terpaksa tertunda, seperti pengurusan SK Seminar dan tanda tangan Dosen,” ungkapnya.
Penulis : Indah Amaliah (magang)
Editor : St Nirmalasari











