Dr Abd Rasyid Masri MPd, Bapak Pembangunan di FDK

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dekan FDK, Dr Abd rasyid Masri MPd MSi MM

“Rasyid Masri salah satu bapak pembangunan yang ada di UIN Alauddin Makassar,” tutur mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Muhammad Jufriadi.

Wajar saja, ia mengatakan seperti itu. Pasalnya, Dr Abd Rasyid Masri MPd MSi MM telah mengubah tampilan FDK meraih predikat fakultas terbersih tahun 2017 lalu se-UIN Alauddin Makassar. “Kepemimpinan tahun ini melampaui ekspektasi, karena kami berusaha memberikan pelayanan yang baik, dan tak kalah hebatnya ialah kami juara I fakultas terbersih se-UIN Alauddin Makassar,” tutur Rasyid Masri saat ditemui Washilah beberapa waktu yang lalu.

Sejak Abd Rasyid Masri menjadi pimpinan di FDK, pembangunan sarana dan prasaran penunjang gencar dilakukan. Mulai dari gazebo sampai Taman Belakang Dakwah atau lazim disebut Taman Belanda. Hal itu membuat fakultas lain seperti Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam(FEBI) juga terinspirasi menyediakan gazebo dan tempat beristiahat di fakultasnya.

Bukan tanpa alasan, pria kelahiran Gresik, 27 Agustus 1969 silam itu berambisi untuk melakukan pembangunan di FDK. Dalam artian, yang dilakukannya untuk memfasilitasi mahasiswa FDK dalam aktivitas sehari-hari.

Ia menilai, pembangunan fasilitas di FDK akan membantu mahasiswa dalam kesehariannya, termasuk aktivitas akademik maupun non akademik. Sehingga kegiatan mahasiswa dapat berjalan lancar.

Walau kepemimpinannya terbilang sukses membangun FDK, bukan berarti Rasyid Masri tidak memperoleh kendala. Beberapa hambatan justru datang dari birokrasi FDK yang terkadang menghalanginya dalam mewujudkan sarana penunjang yang memadai.

Mulai dari perluasan lahan parkir hingga pembangunan Masjid Nur Rasyid.

“Penyediaan lahan parkir yang luas mau tidak mau harus menebang pohon. Saya sempat dikritik oleh beberapa teman dosen. Tapi setelah ditebang kami mengganti pohonnya. Sedang untuk pembangunan masjid, saya pikir selain menjadi ruang peribadatan, dosen juga bisa menggunakannya untuk mata kuliah Praktikum Dakwah,” ujarnya.

Apapun itu, menelurkan ide-ide menjadi sebuah aksi nyata butuh dukungan dari berbagai pihak. Untuk mewujudkan UIN Alauddin Makassar sebagai pusat peradaban, Abd Rasyid Masri menjadi salah satu orang yang patut diperhitungkan. Utamanya dalam pembangunan yang dimulai dari fakultas.

Penulis: Muhammad Junaedi

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami