“Inginlah Pulang Sang Pejuang” Oleh Ekha Rahmadani

Facebook
Twitter
WhatsApp
Internet
Panas terik hari ini.
Terbakar rasanya kulit ini.
Diiringi ibadah puasa.
Dan Haus pun mulai terasa.Tapi.
Panas ini terasa mendung.
Dan Haus ini terasa hilang.Tatkala.
Gendang halaman kampung mulai terngiang.
Terdengar nyanyian rindu sang pejuang.
Rindu yang telah lama terkurung.
Terkurung dalam sangkar perjuangan.Inginlah pulang sang pejuang.
Nikmati haru kehangatan.
Indahnya ibadah puasa.
Bersama keluarga dengan bahagia.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Ilmu politik Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik (FUFP) semester II

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami