Menyoal Miskomunikasi, Ihwal Lazim di Organisasi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Kabag Akademik Suhartini M Pd, ketua Dema U Askar Nur, serta Dosen UIN Alauddin Ibnu Hajar S Sos, pembicara dalam Talkshow komunikasi yang diadakan HMJ SI. Berlangsung di Lecture Theatre Universitas kampus II. Rabu (28/03/2018)

Washilah – Kesalahan dalam proses komunikasi yang menyebabkan tidak tercapainya suatu tujuan adalah ihwal lazim di sebuah organisasi, tak terkecuali Lembaga Kemahasiswaan (LK). Fenomena ini dikenal dengan istilah miskomunikasi.

Untuk menjawab problem itu, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sistem Informasi (SI) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) memfasilitasinya lewat kegiatan talkshow komunikasi.

Bertajuk “Fenomena Miskomunikasi dalam Lembaga Kemahasiswaan”, kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Mahasiswa (Dema), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang ada di UIN Alauddin Makassar.

Saat sesi pertanyaan, Mahasiswa Jurusan Peradilan Agama Arif Rahman menanyakan bagaimana cara mengatasi miskomunikasi.

Salah satu narasumber yang juga Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Ibnu Hajar S Sos mengatakan, mengatasi miskomunikasi dengan mengurangi egosentris dan egosektoral serta menjaga dinamis antar sesama.

“Salah satunya dengan aktif mengadakan kajian, seminar, dan budaya literasi. Begitu juga menyatukan LK dalam satu atap adalah salah satu cara menciptakan komunikasi yang baik,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, egosentris merupakan salah satu sifat yang menjadikan diri sebagai pusat pemikiran, menganggap dirinya selalu benar dan sukar menerima kritikan atau saran. Sedangkan egosektoral muncul akibat adanya kepentingan terhadap sesuatu yang melibatkan kelompok tertentu.

Selain itu, Mahasiswa jurusan Ilmu Politik Rahimun, mempertanyakan pengadaan ruangan bagi lembaga kemahasiswaan.

Hadir juga sebagai pembicara, Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas periode 2018 Askar Nur berpendapat, persoalan sekretariat itu mestinya disatukan, bukan di fakultas masing-masing.

“Jika pengurus lembaga berada dalam satu gedung tidak menutup kemungkinan akan terjadi harmonisasi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Akademik Suhartini M Pd yang mewakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan mengatakan, sarana dan prasarana kampus sekarang terbatas.

“Sarana kita terbatas, tetapi akan tetap diupayakan. Fasilitas sekret Sema, Dema, HMJ/HMD sejajaran sudah pasti di fakultasnya masing-masing,” jelasnya.

Lanjut, pengadaan sekret lembaga kemahasiswaan itu dikomunikasikan kepada pimpinan Fakultas, juga akan diberi ruang untuk HMJ yang belum dapat.

“Semua masih dalam perencanaan. Untuk pengadaan sekretariat lembaga kemahasiswaan dalam satu gedung mesti dipikirkan kedepannya, karena saat ini fasilitas belum ada, sarana dan prasarana belum ada. Tapi, ketika ada penambahan anggaran, pasti pimpinan berfikir untuk itu,” tutup Kabag Akademik Suhartini M Pd saat diwawancarai oleh reporter Washilah usai kegiatan.

Talkshow komunikasi berlangsung di Lecture Theatre Universitas Kampus II, Rabu (28/03/2018).

Penulis : Nur Fitri Rauf
Editor : Desy Monoarfa

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami