Baru Dilantik, Askar Nur Singgung Isu UKT/BKT

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ketua Dema-U Askar Nur, saat menyampaikan sambutannya di Gedung Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar. Selasa, (27/02/2018)

Washilah-Ketua Dewan Mahasiswa Universitas (Dema-U) UIN Alauddin Makassar, Askar Nur menyinggung persoalan sistem Uang Kuliah Tunggal dan Biaya Kuliah Tunggal (UKT/BKT) dalam sambutannya, sesaat setelah dilantik di Gedung Auditorium Kampus II. Selasa (27/02/2018)

Isu UKT/BKT telah menjadi persoalan hangat yang mengantar awal masuknya tahun baru 2018, dan masih menjadi buah bibir di ruang lingkup civitas akademika. Hal itupun tidak luput dari perhatian Askar Nur, mahasiswa dari Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar.

Tak tanggung, dalam sambutannya Askar Nur mengkritisi persoalan yang baru-baru ini menimpa sejumlah mahasiswa, yang pada akhirnya mereka tidak dapat melanjutkan pendidikannya akibat sistem UKT/BKT yang dinilainya masih kurang baik.

“UKT/BKT yang diterapkan saat ini masih kurang baik, terutama dalam pengawalan. Kami mendengar adanya beberapa kejanggalan yang menimpa sejumlah mahasiswa mengenai keabsahan data diri yang dilampirkan, dan ini merugikan mahasiswa bersangkutan,” ungkap mahasiswa jurusan Bahasa Sastra Inggris (BSI) tersebut.

Menanggapi itu, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Musafir Pabbabari menyatakan bahwa sistem kategori dalam UKT/BKT tersebut tidak salah, justru ia menilai bahwa sistem yang diterapkan melindungi mahasiswa.

Menurutnya, UKT/BKT menggunakan sistem yang mengakomodir data berdasarkan data yang dikirimkan oleh mahasiswa itu sendiri. Sehingga jika terjadi keabsahan atau kejanggalan, adalah kesalahan dari pengisian data mahasiswa.

“Jika terjadi kesalahan, berarti itu asalnya dari orang yang mengisi data diri, bukan sistemnya. Justru sistem ini kami niatkan untuk membantu mahasiswa yang financialnya kurang mampu,” terangnya saat memberikan sambutan.

Penulis: Anugrah Ramadhan
Editor: Eka Reski R.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami