Dilapor ke KPKE, Mahasiswa FUFP Ini Keberatan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ruang sidang Komisi Penegakan Kode Etik (KPKE) di Gedung Rektorat Lantai IV kampu II UIN Alauddin Makassar

Washilah – Salah seorang mahasiswa yang dilaporkan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) ke Komisi Penegakan Kode Etik (KPKE) merasa keberatan atas dugaan keterlibatannya membawa mahasiswa baru mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) diluar kampus yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama.

Taklifal Mursalin, mahasiswa FUFP merasa bahwa surat panggilan KPKE No. 73/KPKE-UINM/X/2017 telah mencederai namanya. Ia menjelaskan, dalam surat pemanggilan tersebut tertulis namanya dan mahasiswa Sosiologi Agama yang diduga melakukan pelanggaran, sementara Taklifhal mengaku tidak terlibat membawa mahasiswa Sosiologi Agama keluar LDKM karena ia bukan mahasiswa Sosiologi Agama melainkan mahasiswa Filsafat Agama.

Ifal sapaan akrabnya juga menambahkan, bahwa hal ini adalah bentuk pencemaran nama baik sebagaimana pasal 310 ayat (1) KUHP. Menurutnya, ia sama sekali tidak terlibat dengan kegiatan LDKM mahasiswa Sosiologi Agama.

“Saya tidak terlibat sama sekali dengan kegiatan LDKM Sosiologi Agama, kemudian kedua saya bukan mahasiswa Sosiologi Agama. Saya rasa ini bentuk pencemaran nama baik, sebagaimana dijelaskan pada pasal 310 ayat 1 KUHP,” jelasnya. Jumat (20/10/2017)

Ifhal pun berharap agar semua berjalan sesuai prosedur tanpa ada pihak yang dirugikan.

Ketua KPKE Prof Dr H Bahaking Rama pun menegaskan, bahwa surat pemanggilan itu tidak berfokus pada pelanggaran yang diduga membawa mahasiswa baru keluar kampus untuk melakukan LDKM, akan tetapi adanya laporan dekan FUFP terkait masalah aksi solidaritas yang mengandung unsur pelanggaran.

“Pemanggilan ini karena adanya laporan dari Dekan FUFP terkait masalah aksi yang di anggap mengganggu kenyamanan pimpinan,” tutupnya.

Penulis : Muhammad Fahrul Iras (magang)
Editor : Nur Isna

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami