Puisi “Pantaskah Cintaku?” Oleh Gufran

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi | Merdeka

Tak seperti awal kau ucapkan.
Tak seperti awal kau lakukan.
Semua berujung sia-sia

Aku datang dengan sejuta harapan.
Kau sambut dengan hanya angan.
Aku tak jerah, aku tak menyerah.
Aku datang lagi dengan segala kemampuan.

Kali ini, kau sambut aku dengan siapkan kehancuran.
Pupus sudah harapan ini.
Habis sudah kemampuan ini.

Sesaat kau ucapakan kata-kata maut.
Seakan siap merenggut nyawa ini.
Nyatanya semua hanya palsu.
Kata-katamu begitu telak.

Hingga begitu sulit ku menolak.
Hanya kubisa menerima keputusanmu sepihak.
Tabahku mempertahankan cintaku.
Memantaskan cintaku lagi
Untukmu…

Ingatlah ada saatnya cinta ini tak pantas lagi kau sandang.
Tak hanya sekarang, tapi sepanjang hayat.

Penulis merupakan mahasiswa jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi semester II

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami