Puisi “Buah Hati” Oleh Muhammad Arif Ilyas

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: kesehatanmuslim.com
Kusenderkan kepala pada bahu bayangku dipipi tembok putih
Terbayang lagi mata senduh dari wajah teduhmu dalam angan
Tak ada siapapun, hanya siluet dari secercah cahaya dibalik jendela kaca ruang hampa

Terdengar lagi nyanyian degup jantungmu dalam angan saat kau mendekapku
Kehangatan yang tak pernah menghianati jiwaku kau hampar dalam ingatan
Ibuku, deraiku terkadang tak mau memahami fikiran
Kapan saja ia mampu menetes diatas bumi

Seolah gelap dalam ruang ini mencoba mencabik jiwaku
Kesepian menghantam hatiku bersama rintihnya

Selama jiwaku masih menggenggam raganya
Kau akan selalu bersama hatiku.

*Penulis adalah Mahasiswa semester empat Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami