WD I Adab: DO, Sistem Pendidikan Modern

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dr Barsihannor. (Dok UIN Alauddin)
Washilah—Sebanyak 50 orang Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora  (FAH) menjadi calon mahasiswa Drop out (DO). Jumlah ini dipaparkan Wakil Dekan (WD) Bidang Akademik FAH, Dr Barihannor M Ag ketika ditemui di ruang kerjanya. Kamis (13/11).

Meski demikian, ia menegaskan, sistem DO yang diterapkan UIN Alauddin merupakan sistem pendidikan modern.  “Apabila berstandar pada pedoman akademik maka sistem DO inilah yang kita sebut pendidikan modern,” kata Dr Barsihannor.

Dengan sistem DO yang diterapkan secara online, lanjut Dr Barsihannor, akan memberikan kepastian kepada mahasiswa durasi waktu kuliah dan memberikan lampu merah untuk berhati-hati. “Jangan sampai terlena dengan aktifitas higga lupa dengan kewajiban-kewajibannya,” jelasnya.
 

“Bukan universitas yang melakukan DO, tetapi mahasiswa itu sendiri yang men-DO dirinya. Disebabkan Ketentuan ketentuan akademik yang menjadi persyaratan di universitas negeri tidak dipenuhi, misal IPK tidak mencapai 2,00 atau tidak membayar SPP,” tambah Dr Barsihannor.

Sebanyak 50 orang Mahasiswa FAH yang terancam DO masing-masing berasal dari Ilmu Perpustakaan (IP) 12 orang, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) 5 orang, Bahasa dan  Sastra Inggris (BSI) 24 orang, serta Bahasa dan Sastra Arab (BSA) 9 orang.

Laporan | Sri Wahyuni Syam

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami