![]() |
| Suasana ruang debat |
Kegiatan ini diawali Technical meeting dan dilanjutkan babak penyisihan, perempat final, Semi final dan final, dengan Sub tema yang berbeda-beda.
“Peserta debat yang ikut ada empat kelompok. dua delegasi dri STAI AL-azhar, satu Delegasi dari UIN manado dan satu delegasi dari UIN Alauddin sendiri,” terang Ibnu Izzah, ketua panitia PSN.
Ketentuan lomba debat, lanjut Ibnu, ada empat kategori, yakni penyisihan dengan tema ‘Hukuman Mati untuk Koruptor’, selanjutnya babak perempat final dengan tema ‘Mahkamah Konstitusi (MK) Berwenang menguji Ketetapan MPR’. Dilanjutkan babak Semi Final dengan tema ‘KPK sebagai lembaga Permanen’, serta babak terahir Final dengan tema ‘Pemisahan Agama dan Negara’.
Ketua delegasi UIN Manado, Syahriliya mengatakan timnya sudah jauh mempersiapkan diri untuk lomba debat ini.
“Alhamdulillah Kami telah mempersiapkan materi-materi debat kali ini mulai dari buku-buku terkait tema lomba hingga artikel dari beberapa sumber. Jadi, menang kami bersyukur, kalahpun itu hal biasa dalam kompetisi.” katanya Syahrilia, yang juga merupakan Ketua BEM Fakultas Sayariah dan Hukum UIN Manado.












