Puasa Sehat, Puasa Nikmat

Facebook
Twitter
WhatsApp
Puasa yang umat Islam laksanakan dalam sebulan pada satu tahun penanggalan Hijriah, ibarat masa rehat bagi alat-alat pencernaan di tubuh setelah digunakan terus menerus selama satu bulan sepenuhnya. Begitu banyak jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh, yang belum jelas apakah menyehatkan atau mendatangkan penyakit, kemudian dinetralisir oleh aktivitas puasa ini. Secara total puasa pun menjadi obat bagi tubuh yang sakit.

Tapi apa benar hanya dengan berpuasa, khususnya di bulan Ramadhan ini, bisa menjadi obat bagi tubuh kita?

Pada saat berpuasa terkadang kita melakukan hal-hal keliru yang membuat puasa kita tidak maksimal, bahkan justru mendatangkan masalah lain bagi kesehatan. Nah, untuk terhindar dari masalah-masalah tersebut, kita mesti tahu cara berpuasa yang baik dan benar. Agar puasa untuk sehat yang kita inginkan dapat tercapai sekaligus mendapatkan berkah yang puasa itu sendiri di bulan Ramadhan.

Sehat berpuasa, begini caranya:

1.      Mengonsumsi makanan dan minuman dengan porsi teratur

Kecenderungan sebagian besar orang saat berpuasa adalah mengonsumsi makanan yang tidak teratur bahkan terkesan porsinya dipaksakan. Pada saat sahur, kita menganggap perlu banyak menyantap makanan agar saat berpuasa tidak akan terlalu lapar. Saat berbuka puasa pun, kita juga berusaha memakan sebanyak-banyaknya agar bisa menghilangkan rasa lapar yang dialami seharian. Namun kedua hal ini keliru.

Terlalu banyak menyantap makanan pada saat sahur dan berbuka puasa justru dapat membuat tubuh terasa lebih lemas. Salah satu tujuan berpuasa kan untuk mengistirahatkan organ pencernaan dalam tubuh, bukan membuatnya bekerja ekstra dengan porsi makanan yang terkesan dipaksakan. Dengan porsi makanan berlebih inilah yang membuat tubuh harus banyak beristirahat untuk melakukan pembakaran makanan dan berakibat pada perasaan lemas saat berakitivitas pada siang harinya.

Jadi makan dan minumlah dengan jumlah yang wajar seperti biasa. Atur jumlahnya, sesuai pesan Rasulullah, 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 sisanya untuk udara di dalam lambung.

2.      Menghindari makanan/minuman yang mengganggu puasa

Ada beberapa jenis makanan atau minuman yang dianjurkan untuk dihindari dikonsumsi saat menjalani proses ibadah puasa. Selain karena dapat mengganggu ibadah puasa kita, jenis makanan minuman tersebut bahkan berefek negatif pada kesehatan kita.

Hindari makanan peda dan asam. Berpuasa tentu membuat lambung kita kosong. Dengan adanya makanan pedas dan asam yang disantap saat sahur ataupun berbuka, kondisi keasaman di dalam lambung akan meningkat. Sehingga bisa beresiko pada nyeri perut dan diare, serta meningkatkan terjadinya tukak lambung (maag). Selain itu, jenis minuman yang perlu dihindari berupa soda dan kopi. Kopi dan soda adalah minuman yang bersifat pelancar produksi air seni (diuretik). Produksi air seni yang berlebih tentunya dapat berakibat dehidrasi, karena cairan tubuh cepat diubah menjadi urin (air kencing). Selain karena sifatnya diuretik, soda juga dapat meningkatkan keasaman lambung.

Dari beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk dihindari, adapula beberapa jenis yang perlu dikonsumsi agar puasa tetap maksimal, seperti mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein. Jangan lupa menyertakan buah dan sayur dalam menu sahur dan berbuka puasa, serta minumlah air putih sesuai standar aturan kesehatan yaitu delapan gelas per hari.

3.      Tetap berolahraga

Tidak perlu takut untuk tetap aktif berolahraga saat berpuasa. Olahraga yang cukup tentu tidak membuat kita cepat merasa lapar. Justru dengan berolahraga membuat tubuh tetap bugar.

Olahraga yang cukup pada saat berpuasa diketahui mampu mempertahanka sirkulasi oksigen dalam tubuh. Sirkulasi oksigen yang lancar, membuat kita tetap sehat dan aktif bekerja hingga seharian penuh. Jadi berpuasa bukan alasan bagi kita untuk bermalas-malasan di rumah dan enggan untuk berolahraga.

4.      Cukup beristirahat

Aktivitas di bulan Ramadhan memang banyak menguras waktu kita pada malam hari, seperti  ibadah malam (qiyamu lail) dan sahur. Sehingga kita memang perlu mengganti sedikit waktu istirahat kita di pagi hari. Namun beberapa orang malah meningkatkan intensitas tidurnya dan malas berakitifitas.

Ungkapan Rasulullah SAW tentang tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, tidak bisa diartikan secara lurus begitu saja. Tidur yang dimaksud Rasulullah adalah tidur (istirahat) yang cukup dan untuk menghindari perbuatan maksiat pada saat berpuasa. Jadi, tidurlah yang cukup dan perbanyak amalan…

5.      Tidak banyak mengeluh

Cara sehat berpuasa terakhir erat kaitannya dengan melatih kesabaran saat berpuasa. Melatih kesabaran saat berpuasa bisa dimulai dengan mengurangi mengeluh, karena dengan banyak mengeluh justru akan mengurangi keutamaan (fadhilah) puasa Ramadhan yaitu melatih kesabaran.

Ahli kesehatan percaya, orang-orang yang sering mengeluh menghabiskan lebih banyak tenaganya dibandingkan saat bekerja. Mereka menguras tenaga hanya untuk mengeluh sampai akhirnya mereka kecapaian. Daripada mengeluh yang tidak jelas dan membuang tenaga percuma, lebih bermanfaat bila tenaga itu digunakan untuk bekerja dan beramal. Mumpung saat ini bulan Ramadhan, di mana hitungan amalan setiap orang yang berpuasa dilipatgandakan di sisi Allah SWT, kenapa tidak kita gunakan waktu dan tenaga kita untuk beribadah, agar di tujuan sehat berpuasa kita tercapai dan dapat meraih kasih sayang, ampunan, dan penghindaran api neraka dari Allah SWT. Amin!

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami