Filosofi Prof Mardan Memilih Hari Terakhir Mendaftar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Washilah — Dekan Fakultas Adab dan Humaniora bersama Prof Phil Kamaruddin Amin dan Prof Musafir Pababari. Resmi mendaftarkan dirinya sebagai calon rektor UIN Alauddin periode 2015-2019, jumat (27/06) di sekretariat Panitia Seleksi Calon Rektor (PSCR), gedung rektorat lantai empat.
Sebelum mengemukakan alasannya mengapa ia memilih hari terakhir, dekan FAH ini juga mengatakan bahwa, “Mudah-mudahan semua ini menjadi keberkahan awal bagaimana membawa UIN kedepan sebagai kampus peradaban dan world class university,” tuturnya.
Prof Mardan memilih mendaftarkan diri pada hari terakhir yang ditetapkan oleh panitia PSCR, jumat (27/06), Memiliki makna filosofis tentang hari jumat, angka dua dan tujuh. Padahal sebelumnya ia berencana untuk mendaftar pada (20/06).
“Ternyata hari ini saya anggap, dari sisi masyarakat sosio kultural masyarakat Sulawesi-Selatan (sul-sel) memiliki makna spesifik, pertama hari jumat, dikalangan budaya sul-sel hari jumat dianggap sebagai hari-hari yang sangat mulia, agamapun mengatakan jumat itu merupakan ta’yinul ayyam (penentuan hari). Jadi belum mendaftar, dengan niat ikhlas demi untuk masa depan lembaga kita sudah terkabul, ” akunya pada saat usai mengisi pendaftarannya dihadapan panitia PSCR dan beberapa mahasiswa yang ada diruangan sekretariat PSCR.
Ia mengemukakan makna angka dua dari pandangan Al-Qur’an tentang melakukan perubahan. “Tanggal dua puluh tujuh, dua itu isyarat bahwa jika ingin melakukan perubahan masyarakat tidak boleh sendirian, harus selalu bersama orang lain. Karena itu makanya dalam Qur’an Tuhan mengemukakan kata “kau”, bahwa mau melakukan perubahan masyarakat tidak bisa cuma sendiri tapi harus secara bersama-sama seluruh komponen civitas akademika untuk melakukannya, tentu dengan inisiatif dan niat,” sambungnya.
Kemudian Prof Mardan menyambung dan mengungkapkan makna angka tujuh dikalangan bugis Makassar.
“Tujuh itu dimasyarakat bugis Makassar, mappatujuh artinya, seluruh yang dihasilkan perdetik dari perjalan hidup pemimpin, pertama seluruh civitas akamika itu pasti memberi manfaat perdetik dari perjalanannya kepada masyarakat bangsa dan agama saya kira tidak akan menghadapi tantangan mencapai world class University,” tutupnya, terkait makna pemilihan hari terakhir pendaftarannya.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami