Penetapan Ketua BEM UIN Belum Kelar

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah — Polemik penetapan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Alauddin Makassar pasca Pemilihan Mahasiswa (Pemilma) Raya pada 16 Januari 2014 lalu, sampai saat ini masih belum menemukan titik terangnya. Pasalnya, masing-masing kandidat yang memenangkan perolehan suara terbanyak, Takdir dan Buradin bersikukuh untuk menjadi ketua. Kisruh tersebut masih belum berakhir. 
Dalam rapat pimpinan yang dihadiri oleh Wakil Rektor III dan Kepala Biro bersama dua kandidat mengusulkan tiga pilihan, jum’at (23/05/2014). Pilihan pertama, bahwa kepengurusan antara kedua kandidat dilebur menjadi satu, yakni ketua dan sekretaris. Kedua, bahwa kepengurusan dibagi menjadi dua periode, yakni kandidat satu memimpin tahun ini, dan kandidat lainnya memimpin tahun berikutnya. Ketiga, jika diantara kedua belah pihak belum ada kesepakatan untuk bersama, maka BEM UIN akan dibekukan. 
“Sampai saat ini belum ada penetapan. Hasil keputusan Komdis saya tidak tahu, yang saya tahu bahwa hasil rapat pimpinan memutuskan hal yang sama yang ditetapkan oleh LPP tanggal 20 januari lalu. Saya hanya ikut sesuai aturan,” ujar Buradin, Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi. Dari awal, Takdir dan Buradin telah bersepakat untuk melebur, namun nyatanya belum ada kepastian dari kedua belah pihak. 
“Sudah lama saya katakan, saya legowo. Dengan syarat saya yang menjadi ketua,” jelas Takdir, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Senada dengan itu, Buradin mengatakan, “dari awal saya memberi Takdir kesempatan untuk bersama-sama menjalankan kampus dengan visi misi kita. Tapi, ia menolak menjadi sekretaris. Baiklah kalau begitu kita ikut aturan saja,” tandasnya.
Laporan | Sulkia Reski dan Nurfadhilah Bahar
Gambar : Google

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami