DO, Hangat Diperbincangkan di Debat Kandidat

Facebook
Twitter
WhatsApp
Laporan | Luqman Zainuddin
Washilah Online–Drop Out, bagi sebagian orang adalah momok yang sangat menakutkan. DO sudah diterapkan sistematis sejak tahun 2006, dengan landasan sasaran mereka yang berkuliah diatas 14 semester atau tujuh tahun. Hal ini pula yang dijadikan Dr Natsir Siola M Ag sebagai pertanyaan pamungkas pada debat kandidat BEM-U. Senin (13/01) lalu.
“bagaimana tanggapan kalian dengan DO untuk mereka yang berkuliah diatas tujuh tahun,” kata Natsir, disambut riah-riuh penonton yang memenuhi Gedung Lecturerr Teater (LT).
Lima dari enam kandidat nyaris memberikan jawaban yang sama, semuanya mengusung mediasi sebagai jalan terbaik penyelesaian masalah, bukan malah mengambil keputusan sepihak. Hal inilah yang terlontar dari mulut kandidat nomor satu, Syahrul Affandi.
“ada alasan mengapa mereka harus berkuliah sampai tujuh tahun, olehnya itu ita harus melakukan pendekatan,” kata dia. Berturut-turut hingga kandidat kelima mengusung penyelesaian yang sama, Mediasi.
Penyelesaian masalah melalui pendekatan dinilai para kandidat adalah hal yang pa;ing tepat, apa lagi mengingat, birokrasi tidak pernah melakukan hal ini sebelum mengeluarkan keputusan pemecatan.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami