Motivasiku dari Batu dan Gantungan Kunci

Facebook
Twitter
WhatsApp
Oleh | Shaleh Muhammad/magang
Menerima hadiah dengan bangga namun membuat kecewa tapi sangat berharga adalah pengalaman pertama dan tergila selama hidupku, banyangkan saja dengan bangganya membuka bingkisan hadiahku tapi yang ada cuman batu dan dua buah gantungan kunci ”huuuuu apa ini begini hadiah atau penghinaan” spontan kata-kata itu keluar dari mulutku lengkap dengan logat racikanku sendiri ,benar-benar gila, tapi ini semua pasti ada hikmahnya gumanku dalam hati seraya melangkah dan melemparkan batu yang aku sebut hadiah tersadis di dunia.
Kisah gila ini bermuala saat saya dan sahabat-sahabat melakukan pertemuan di ruangan Redaksi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informatika Mahasiswa (LIMA) Washilah, tepatnya di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Lantai III. 
Awalnya saya menerima sms dari kak Asrul yang menjabat sebagai Ketua Devisi Litbang LIMA Washilah untuk hadir di ruang Redaksi hari Senin (02/12/2013 ) Pukul 15.00 Wita untuk pembrian hadiah dan rapat penting. Dalam hati saya sudah timbul pertanyaan “besok hadiah apa yah?”.
Keesokan harinya saya dengan semangat pagi menuju Kampus tercinta yang jaraknya sekitar 500 meter dari kosan saya. Tiba di kampus saya menyapa beberapa teman yang duduk santai di gazebo depan Fakultas Dakwah dan komunikasi. 
Setelah gosip-gosip sedikit akhirnya hujan turun dan saya pun berlari ke PKM yang jaraknya sekitar 50 meter gazebo. Sampai di PKM saya melihat jam tangan pemberian pacar saya, waduh ini baru pukul 13.00 bisa berkarat kalau saya menuggu 2 jam, ” tapi yah tidak salah juga lansung ke Redaksi untuk istrahat sambil curi ilmunya senior” ucapku sambil berlari menuju lantai III PKM. Siang itu sebelum waktu rapat saya bercerita dengan kak Luqman sambil baca Koran yang menurutku tidak berbobot. 
Tak terasa waktu sudah berputar selama 2 jam bertanda bahwa kami akan rapat dan pemberian hadiah. Tapi kak Asrul belum menampakkan sosoknya yang sedikit kurang gemuk, kami menunggu sampai kak Asrul muncul dari balik pintu Redaksi. 
Setelah Kak Asrul tiba kami memulai rapat dengan agenda Kunjungan Media yang akan di laksanakan dalam waktu dekat ini, setelah rapat tiba saat yang ditunggu-tunggu yaitu pemberian hadiah, betapa senangnya ketika saya di berikan hadiah, melihat hadiah saya bingkisannya lebih besar dari yang lain membuat berfikir kira-kira isi dari bingkisan itu apa ? tapi pasti besar . Setelah itu kak Asrul berpesan untuk tidak membukanya sebelum sampai di kost, tapi saya sudah tidak sabar lagi, secara sembunyi-sembunyi saya dan teman membuka bingkisan itu tapi apa yang terjadi seketika wajah dan perasaanku hancur melihat hanya sebuah batu merah dan dua buah gantungan kunci di dalam bingkisan itu. Akhirnya aku pulang dengan rasa hati yang amburadul.
Kejadian ini sangat gila tapi dengan itu saya bisa merasakan nilai dari sebuah pemberian, walaupun kecewa tapi mengandung sejuta pelajaran. Saya merasa terdorong untuk lebih kokoh bagaikan batu merah walaupun kecil tapi dengan kekuatannya dan komitmennya sehingga mampu berdiri hingga ratusan meter di angkasa menjadi bangunan tempat manusia beraktifitas, dan aku akan menggantung cita-citaku setinggi langit bersama gantungan kunci kesuksesan. Dan akhirnya bagi saya semua yang ada adalah hikmah dan dari pengalaman kita bisa tau sedikit dari banyak hal.
*

  Berita Terkait

Rimpuh

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami