SUARA RAKYAT

Facebook
Twitter
WhatsApp
Karya | Mutmainnah Syam
jurusan peradilan agama 

Tak ada yang tau saat kau mengeluh
Tak ada yang tau saat kau merintih
menempuh langkah tak tentu arah
Melawan arus debu jalan yang mengepung mata
            Tidurmu hanya diatas tanah
beralaskan puing-puing penderitaan
            Saat itu hanya bumi yang menjadi saksi
Saksi yang hanya diam  membisu
           Tak ada daya untuk merangkul tanganmu
Sementara ada saudara sedarah
Berjalan mengitari tubuhmu
Menoleh sesaat…..
Lalu mengumbar senyum unutukmu
Senyum ramah menertawaimu
            Makanmu sesaat tiga hari sekali
            Itupun kau tukar dengan keringat bercucuran
            Mengangkat kedua telapak tanganmu
            Menanti sekeping logam jatuh menempa jari-jarimu.
Setiap perutmu kosong
Hatimu melafalkan kesakitan
Mengadu jalan hidup pada yang kuasa
Membaca surat keadilan dengan yang lebih darimu
            Wahai orang-orang berdasi….
            Wahai orang-orang berdasi….
Tidak teririskah hatimu melihatnya
Terterbelenggu dicelah-celah kemiskinan, dan didera kelaparan?
Tidak sadarkah engkau akan si jingga yang  menyaksikanmu
Saat hak si miskin kau jadikan menu malammu
Tanpa memperdulikn semut yang banting tulang
Memanjakan ibu pertiwi
Dengan mempertaruhkan jiwa dan raga
Melawan debu yang mengusik
Dan senja yang menghanyutkan
            Rakyatmu kelaparan…..
            Rakyatmu terlantar ……
            Rakyatmu merintih…..
            Rakyatmu menanti kasih sayangmu

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami