Mesjid Kapasitas 2500-4000 Siap Dibangun UIN Alauddin.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Laporan | Luqman Zainuddin

Washilah Online–Dua bangunan yang saat ini difungsikan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yakni Mesjid dan Bangunan Charracter Building Program (CBP) sebagai tempat Shalat ternyata tak mampu menampung Masyarakat kampus eks IAIN ini. Bertolah dari hal tersebut, rencananya, pihak UIN Alauddin akan membangun mesjid yang bisa menampung 2500 hingga 4000 jemaah.  
“yah kami akan bangun mesjid dengan kapasitas 2500 hingga 4000 jemaah,” kata Rektor UIN Alauddin Prof Dr H A Qadir Gassing HT MSi saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu yang lalu. Terkait rencana pembangunan mesjid ini, Kata dia, Sebelumnya memang didahului laporan dari pengurus kalau bangunan Mesjid sudah tidak mampu lagi menampung jemaah. 
“kemudian kami himbau untuk menggunakan gedung CBP. Tapi ada laporan lagi masuk kalau bangunan CBT juga sudah tidak mampu menampung jemaah,” tambahnya. terkait lokasi mesjid, Ia mengatakan kalau hasil rapat memutuskan kalau lokasinya pembangunan nantinya tidak jauh dari Fakultas Usluhuddin, Filsafat, dan Politik “tanah yang luas di samping Fakultas Usluhuddin, dekat dengan gerbang dipilih untuk pembangunan mesjid ini” terangnya.
Sayangnya, dana yang dimiliki UIN Alauddin untuk membiaya pembangun Mesjid tidak mencukupi, olehnya itu, kata lelaki kelahiran Takalar ini mengaku siap meminta sumbangan untuk membantu pembangunan mesjid ini.
“kalau perlu rektor akan meminta sumbangan kepada pihak-pihak terkait, kalau ada yang sumbang Batu Merah kan lumayan” kata dia sambil tertwa. Menurut Prof Dr Qadir Gassing HT MSi, niat pembangunan mesjid ini juga sudah disampaikan ke Sekertaris Jendral Direktorat Perguruan Tinggi Islam, Prof Dr Phil kamaruddin Amin, tinggal menunggu respon, kata dia.
“tapi perlu diingat, kalau pembangunan mesjid ini tidak bisa dilakukan sekaligus dan langsung jadi, jadi kita hanya bisa menunggu dan bersabar saja. Kalau tidak sekarang, kapan lagi” harapnya.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami