Mencoba Mengintip Kinerja Lembaga Mahasiswa Refleksi Pemilma 2012

Facebook
Twitter
WhatsApp
Lazimnya dalam setiap perhelatan pesta demokrasi dalam hal ini pemilihan pemimpin maka calon pemimpin sibuk berkampanye mengumbar janji-janji kepada calon pemilih agar mereka bisa terpilih. Hal yang sama pernah dilakukan calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa  tingkat Universitas (BEM-U) )maupun Fakultas (BEM-F) hingga calon ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) sejajaran Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dalam rangkaian Pemilihan Mahasiswa (Pemilma) beberapa bulan lalu. Kini segenab civitas akademika menunggu realisasi janji itu diwujudkan. Apalagi banyak kalangan menilai beberapa waktu belakangan ini, sebagian Mahasiswa membuat kegiatan hanya menonjolkan sisi hedonisnya saja tanpa memberikan kesan islami sebagaimana citra UIN yang berlabelkan universitas Islam bahkan bekerja sama dengan pihak luar seperti perusahaan rokok atupun jasa telekomunikasi yang notabene bertolak belakang dengan visi dan misi UIN.
Washilah– Hal ini diakui oleh ketua BEM-Universitas (BEM-U) terpilih, Taufik Husaini. Menurutnya, tidak dapat dipungkiri selama ini banyak kegiatan-kegiatan mahasiswa dibuat cenderung hanya menonjolkan sisi hiburan to’ saja tanpa memberikan pesan. Tetapi, ini justru banyak diminati mahasiswa.
 “  Kalau menurut saya kegiatan itu disamping ada unsur hiburannya, juga ada pesan yang bisa diambil dan inilah yang akan dilakukan kedepan”, tuturnya.
Senada dengan BEM U, Pembantu Dekan (PD) III Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Drs HM Dahlan MAg mengatakan, Mahasiswa selama ini banyak membuat kegiatan terutama yang berkaitan dengan seni baik yang bersifat sekuler maupun islami.
 Namun ternyata Mahasiswa lebih senang pada budaya-budaya yang jauh dari kesan islami meskipun mereka berbusana laiknya seorang muslim.
Kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh Hasyim Haddade Lc MAg selaku PD III bidang kemahasiswaan, Fakultas Sains dan Tekhnologi. Hasyim mengungkapkan sebagai lembaga yang berada dibawah naungan fakultas dan universitas, maka setiap kegiatan yang dilaksanakan harus sesuai dengan visi dan misi fakultas dan universitas pula.
 “ Saya selalu memesan kepada mahasiswa sesbelum berangkat raker agar memperhatikan program kerja yang akan dilaksanakan ”, tuturnya.
Meski demikian sejumlah pengurus lembaga Mahasiswa mengakui, lahirnya kegiatan-kegiatan yang sifatnya menghibur tersebut bukanlah tanpa alasan. Selain diminati Mahasiswa juga alasan kekurangan biaya sehingga mengharuskannya bekerjasama dengan pihak luar.
Bahkan kegiatan yang sifatnya resmi pun seperti rapat kerja (raker) pasca pelantikan pengurus lembaga Mahasiswa mengharuskan mereka pontang-pantingmencari dana akibat keterlambatan pencairan dana dari pihak fakultas.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami